sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 17 Nov 2018 11:11 WIB

Laporan dari Bangkok

Karena Kurniawan Tak Mau Indonesia Kalah Lagi di Rajamangala

Yanu Arifin - detikSport
Kurniawan Dwi Yulianto berpesan agar Indonesia tidak kalah lagi dari Thailand di Piala AFF. (Foto: Pradita Utama) Kurniawan Dwi Yulianto berpesan agar Indonesia tidak kalah lagi dari Thailand di Piala AFF. (Foto: Pradita Utama)
Bangkok - Stadion Rajamangala pernah memberi kenangan pahit untuk Kurniawan Dwi Yulianto. Kini 'Si Kurus' berpesan kepada Evan Dimas dkk agar tak mengalami hal serupa.

Kurniawan, yang kini menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pimpinan Bima Sakti, pernah menelan kekalahan menyakitkan di Rajamangala. Di Piala AFF 2000, Kurniawan dan Bima Sakti, yang waktu itu masih menjadi pemain, pernah kalah telak.

Setelah kalah dari Thailand dengan skor 1-4 di fase grup, skuat Garuda kembali kalah dengan skor sama di final. Delapan belas tahun berselang, Timnas Indonesia kembali ke Rajamangala.


Kurniawan pun memberi pesan kepada Evan Dimas dkk jelang laga penyisihan Piala AFF 2018 melawan Thailand di Rajamangala, Sabtu (17/11/2018). Ia meminta timnya tidak kalah sebelum bertanding.

"Ya kondisinya beda lah, sekarang pemain kami punya kualitas yang bagus, punya fighting spirit yang luar biasa. Organisasi bermainnya kelihatan banget. Di pertandingan pertama memang kurang memuaskan, tapi dengan kemenangan kemarin (melawan Timor Leste) diharapkan motivasi pemain kembali lagi," kata Kurniawan.


"Sebenarya kami sama-sama percaya waktu itu (di Piala AFF 2000), artinya kami tidak kalah sebelum bertanding. Waktu itu kami kalah karena mereka (Thailand) mengambil inisiatif duluan, dan saat kami mulai kebobobolan, kami mulai drop. Sekarang udah ingatkan ke pemain agar jangan kalah inisiatif," pesannya.

Lebih lanjut, Kurniawan juga menegaskan tak masalah dengan Thailand yang mengindikasikan bakal 'mematikan' Evan Dimas. Sebab, Evan Dimas dinilai jadi kunci permainan Indonesia.

"Ya sah-sah saja, namanya taktik, strategi. Tapi bagi kami, semua pemain penting. Kalau pun Evan dimatikan, artinya kan ada ruang kosong yang bisa dimaksimalkan," tambahnya. (yna/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed