Liga Djarum Indonesia
Rusuh Lagi di Malang
Sabtu, 03 Sep 2005 20:39 WIB
Malang - Untuk kesekian kalinya pertandingan Liga Djarum Indonesia yang berlangsung di Malang diwarnai kerusuhan. Kekerasan kali ini melibatkan pemain, ofisial, dan penonton.Di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (3/9/2005), pertandingan antara tuan rumah Persema melawan Persegi Gianyar tidak berakhir dengan suasana sportif karena terjadi kerusuhan massal menjelang bubaran.Suasana ricuh dipicu saat pemain Persema Nurul Huda diganjal keras oleh pemain lawan Mudana di luar kotak penalti Persegi. Adu mulut pun terjadi di antara mereka.Namun tiba-tiba seseorang yang menggunakan pakaian ofisial Persema muncul dari belakang gawang Persegi mendekati kedua pemain yang sedang besitegang dan langsung memukul kepala pemain Persegi.Melihat rekannya dipukul, para pemain Persegi dengan emosi berlari mengejar orang yang menggunakan pakaian ofisial Persema itu. Setelah tertangkap di luar lapangan, mereka memukulinya beramai-ramai.Situasi berbalik. Menyaksikan ofisialnya dikeroyok, giliran para pemain Persema "urun rembuk" dalam suasana tawuran itu. Celakanya, para penonton ikut berhamburan ke tengah lapangan dan langsung menyerang para pemain Persegi.Meski petugas keamanan mencoba mengendalikan keadaan, namun pemain-pemain tim tamu tetap dikejar dan dipukuli. Akibatnya salah seorang pemain Persegi Irfan harus ditandu keluar lapangan karena luka di bagian kepala.Seusai pertandingan Asisten Manager Persegi Wayan Artana, kepada wartawan menganggap kerusuhan yang terjadi akibat dipicu oleh wasit yang kurang adil dantidak tegas dalam memimpin pertandingan. "Kerusuhan yang terjadi sebenarnya akibat ulah wasit. Wasit dalam memimpin pertandingan tidak tegas, banyak merugikan pemain Persegi. Kita akan melayangkan surat ke Komdis PSSI," tegas Wayan.Pertandingan itu sendiri berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Persema. Gol tunggal tersebut diciptakan Dodit Fitrio di menit 11. Wasit Samsudin Linta mengeluarkan empat kartu kuning dan satu kartu merah kepada tim Persegi. Sedangkan tuan rumah memperoleh satu kartu kuning.Bulan Juli lalu seorang fans tewas dalam kerusuhan yang terjadi saat Arema Malang bertanding melawan Persija Jakarta. Sebulan kemudian, kerusuhan kembali merebak dan lagi-lagi melibatkan kesebelasan Arema.Pada 9 Agustus lalu para suporter "Singo Edan" tetap mendatangi Stadion Brantas, Batu, dan melempari bus para pemain Persekabpas Pasuruan, meskipun seyogyanya itu merupakan pertandingan usiran yang tidak boleh dihadiri penonton. (a2s/)











































