sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 27 Des 2018 14:42 WIB

Kaleidoskop 2018

7 Momen Istimewa Persib Bandung Sepanjang Tahun 2018

Mukhlis Dinillah - detikSport
Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport
Bandung - Persib Bandung menyudahi Liga 1 2018 dengan finis di urutan keempat. Dihukum PSSI, Maung Bandung juga memecat pelatih di akhir musim.

Persib membuat perubahan di posisi pelatih menyambut Liga 1 2018. Posisi Djajang Nurdjaman diganti oleh Roberto Carlos Mario Gomez pada 28 November 2017.

Bersama Gomez, laju Persib naik turun. Terseok-seok di awal musim, melompat di pekan kesepuluh, Persib finis di urutan keempat.

Berikut laju Persib sepanjang tahun yang dirangkum dalam kaleidoskop 2018:


Melejit Setelah Musim ke-10

Persib Bandung keteteran di awal musim Liga 1 2018. Di bawah asuhan Roberto Carlos Mario Gomez, Persib membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Didatangkan akhir tahun 2017, namun Mario Gomez baru bisa menangani tim berjuluk Maung Bandung pada pertandingkan ketiga melawan Mitra Kukar. Persib menang 2-0.

Sejak itu, Persib kembali menunjukan kualitasnya sebagai klub papan atas Indonesia. Pelatih asal Argentina itu berhasil membawa Persib kembali ke jalurnya sejak pekan ke-10. Maung Bandung konsisten di papan atas sejak itu.

Laju persib sepanjang musim boleh dibilang amat meyakinkan. Apalagi, jika dibandingkan Liga 1 2017, dengan Persib terpuruk hanya finis diperingkat 13 klasemen. Buruknya peforma tim membuat pelatih Djajang Nurdjaman mundur.

Pembelian Pemain Tersukses

Gozali Siregar Ghozali Siregar (Persib.co.id)
Sebagai salah satu tim besar di Indonesia, Persib terbiasa dihuni pemain bertabur bintang. Namun, tradisi itu tidak dilakukan Gomez dalam tim racikannya.

Gomez keluar dari zona nyaman dengan merekrut Ghozali Siregar dan Ardi Idrus. Padahal, kedua pemain bukan pemain istimewa masing-masing tim sebelum.

Ardi sebelumnya merupakan pemain bertahan PSS Sleman yang berkompetisi di Liga 2. Sementara, Ghozali merupakan eks pemain PSM Makassar.

Berkat tangan dingin pelatih berusia 61, keduanya menjadi pemain andalan Persib. Keduanya berhasil menjawab kepercayaan Gomez.

Seorang Jakmania Tewas Dikeroyok Bobotoh

Persib menang dramatis atas Persija dengan skor 3-2 di pekan ke-23 Liga 1 2018. Namun, kemenangan itu dinodai tewasnya suporter Persija gegara dikeroyok oknum Bobotoh.

Seorang Jakmania (sebutan suporter Persija) bernama Haringga Sirla nekat menonton pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9) lalu.

Keberadaannya diketahui sejumlah Bobotoh (sebutan suporter Persib). Akhirnya, Haringga menjadi bulan-bulanan Bobotoh yang berkerumun di luar Stadion GBLA.

Haringga tewas di lokasi dengan luka parah di kepalanya akibat terkena hantaman benda tumpul. Sejumlah Bobotoh yang terlibat ditangkap polisi.

Sanksi Tanpa Suporter dan Bermain di Luar Kandang

Buntut tewasnya suporter Persija, Haringga Sirla, Persib diganjar sanksi tegas dari Komdis PSSI. Hingga akhir musim, Persib bertanding tanpa penonton.

Tidak hanya itu, Persib juga dilarang bermain di kandang sendiri. Persib menjalani laga sisa musim Liga 1 2018 di sejumlah stadion di luar pulau Jawa.


Maung Bandung juga harus kehilangan sejumlah pemain pilarnya Jonathan Bauman, Ezechiel N'Douassel, dan Bojan Malisic akibat sanksi larangan bermain beberapa pertandingan.

Berbagai rintangan berat yang dihadapi, membuat Persib secara perlahan tergusur dari puncak klasmen. Persib akhirnya harus puas finis diposisi 4 klasmen.

Ezechiel - Bauman Duet Tersubur di Liga 1

Persija memang berhasil menjadi kampiun Liga 1 2018. Kendati begitu, Persib yang tercatat memiliki duet tersubur di kompetisi tertinggi Indonesia tersebut.

Duet Ezechiel N'Douassel yang mencetak 17 gol dan 5 assist serta Jonathan Bauman dengan 12 gol dan 8 assist dari total 40 gol Maung Bandung di Liga 1 2018.

Namun, nampaknya duet maut Persib keduanya tidak akan berlanjut di musim Liga 1 2019. Manajemen Persib tidak memperpanjang kontrak Bauman.

Mario Gomez Dipecat

Roberto Carlos Mario Gomez hanya semusim di Persib Bandung.  Roberto Carlos Mario Gomez hanya semusim di Persib Bandung. (Mochamad Solehudin/detikSport)

Manajemen Persib secara mengejutkan mendepak Mario Gomez dari kursi pelatih. Padahal, Gomez berhasil melampaui target manajemen meski gagal menjadi juara.

Keputusan manajemen mengakhiri kerjasama di tengah jalan bukan karena buruknya peforma Persib di Liga. Namun, lebih kepada perilaku Gomez yang membuat manajemen tak nyaman.

Perilaku Gomez dianggap membuat kondusifitas tim tidak baik. Beberapa kali manajemen dan Gomez berselisih mengenai kenaikan gaji hingga keberadaan Fernando Soler.

Miljan Radovic Ditunjuk Jadi Arsitek Baru

Usai mendepak Mario Gomez dari kursi pelatih, Persib langsung bergerak mencari pengganti. Dari sekian banyak pelatih yang melamar, Persib akhirnya menjatuhkan pilihan ke Radovic.

Radovic bukan orang baru bagi Persib. Pria berkebangsaan Montenegro itu pernah memperkuat Persib di musim 2011 - 2013 sebagai pemain.

Terbaru, Radovic kembali pulang ke Persib sebagai direktur teknik. Baru dua bulan menjabat direktur teknik, Radovic dipercaya menjadi juru taktik baru Maung Bandung.

(mud/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com