Mantan Manager Persibara Kaget Johar Lin Eng Langsung Tersangka

Uje Hartono - Sepakbola
Jumat, 28 Des 2018 11:49 WIB
Lasmi Indaryani, manajer Persibara Banjarnegara (Uje Hartono/detikSport)
Banjarnegara - Mantan manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, kaget dengan penangkapan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng. Mendukung ditangkapnya P dan A.

Johar, yang juga menjabat sebagai anggota exco PSSI, ketua komite futsal, dan ketua komite sepakbola PSSI itu ditangkap oleh Satgas Anti Mafia Bola di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam manifest penerbangan, Johar (55 tahun) menggunakan nama samaran, Jasmani.

Di saat bersamaan, Satgas Anti Mafia Bola menangkap Mr P alias Priyanto dan Miss T (Anik Yuni Artika Sari).

Penangkapan itu dikaitkan pengaturan skor di sepakbola nasional pada Liga 2 dengan pengakuan Lasmi yang diperas oleh Priyanto dan Anik. Lasmi menunjukkan bukti transfer sejumlah uang dalam acara Mata Najwa PSSI Bisa Apa yang tayang di Trans7. Lasmi kemudian melaporkan priyanto dan Anik secara resmi kepada kepolisian.


Tapi, Lasmi terkejut dengan penangkapan Johar. Sebab, Lasmi menilai, selama ini, yang aktif meminta sejumlah uang adalah Mbah Pri (Priyanto) dan Tika (Anik). Johar, disebut Lasmi, sebagai sosok tempatnya mengeluhkan aksi Mbah Pri dan Tika yang meminta sejumlah uang kepada dirinya untuk memenangkan pertandingan.

"Terus terang saya kaget langsung jadi tersangka. Awalnya, saya mengira Mbah Pri dan Tika saja. Karena yang melakukan bujuk rayu pada kami itu mereka berdua. Bahkan, saya pernah mengeluh kepada pak Johar soal Mbah Pri dan Tika," kata Lasmi saat dihubungi detikSport, Jumat (28/12/2018).

Saat mengeluh, Lasmi mengatakan Ketua Asprov Jateng ini akan mengklarifikasinya kepada Mbah Pri dan Tika. lasmi menyebut mengenal sosok Mbah Pri dan Tika dari Johar Lin Eng.

"Kalau untuk Mbah Pri dan Tika saya punya bukti chatting sampai bukti transfer. Tetapi, untuk Johar memang tidak pernah membicarakan soal tranfer uang," ujar Lasmi.

Lasmi juga menuturkan sudah melaporkan Mbah Pri dan Tika sebelum dirinya mengungkap praktik pengaturan skor dalam acara Mata Najwa Rabu (19/12/2018) lalu.

"Saya sudah melaporkan dua orang itu yakni Mbah Pri dan Tika. Tetapi kemungkinan ada pengembangan hingga akhirnya Johar ditetapkan menjadi tersangka," tuturnya.

(fem/fem)