Mantan Pemain Kritik Pengurus PSSI
Kamis, 08 Sep 2005 02:50 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan yang terjadi dalam persepakbolaan nasional sekarang ini tak terlepas dari cerminan tidak kondusifnya suasana di pengurus PSSI. Demikian kritikan para mantan pemain nasional.Sudah mengarah pada vandalisme, itulah yang diungkapkan para mantan pemain nasional dalam sebuah diskusi bola pada Rabu (7/9/2005) yang digelar di di restoran Putt Putt Golf di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.Tampak hadir pada pertemuan itu mantan-mantan pemain tahun 1970-an dan 1980-an, yang sebagian besar sudah pernah menjadi pelatih timnas, antara lain Bob Hippy, Sinyo Aliendoe, Ronny Pattinasarani, Sutan Harhara, Nobon, Herry Kiswanto, tokoh sepakbola asal Surabaya Andi Slamet, serta pemerhati sepakbola nasional Ronny Tanuwijaya.Tak kuasa menahan kekecewaan, para mantan pemain ini mengungkapkan bahwa ajang kompetisi sekarang hanya dijadikan ajang balas dendam. Semangat sportivitas dan keakraban walau beda tim saat era terdahulu sudah tidak dirasakan lagi. Menurut Sinyo Aliendoe, kekerasan yang terjadi dalam kompetisi sepakbola nasional, baik itu di Divisi Utama, Divisi I, Divisi II atau Piala Indonesia sudah sangat memprihatinkan dan merisaukan. Semua itu timbul dari tidak adanya kewibawaan dari perangkat pertandingan yang tidak bisa dilepaskan dari adanya carut-marut yang terjadi di kepengurusan PSSI sendiri.Andi Slamet pun membenarkan pendapat Sinyo. Andi menyatakan kalau situasi yang tak kondusif itu akan terus terjadi jika tidak terjadi perubahan dalam kepengurusan PSSI saat ini. "Sekarang ini sudah tak bisa lagi dipertahankan," ujar Andi.Pemain Asing Tak Memberi Contoh BaikSemua itu diperparah lagi dengan perilaku pemain asing yang ikut memperburuk citra sepakbola Indonesia. Sebagian besar pemain asing yang berkompetisi di Divisi Utama dan Divisi I malah juga ikut makin memanaskan aksi kekerasan. "Pemilihan pemain asing harus dicermati," kata Ronny Patti.Sementara itu, Herry Kiswanto yang kini menangani tim Persikabo Bogor, justru menceritakan pengalaman pahitnya dengan aksi kekerasan. Bagaimana keselamatannya sangat terancam saat dikejar-kejar oleh pendukung tim Persemai Dumai, menjelang pertandingan antara Persemai dengan Persikabo di kompetisi wilayah Divisi I PSSI. "Saya tak pernah merasa sengeri itu semasa menjadi pemain dulu," tegas Herry Kiswanto.Oleh karena itu, Herry Kiswanto meminta agar hendaknya Pengurus Harian PSSI mampu membuat regulasi atau peraturan yang tegas menyangkut keselamatan tim-tim yang bertanding, terutama tim tamu. "Jangan hanya menjadi slogan atau pernyataan kosong saja," tandasnya.Menutup diskusi antar mantan pemain itu, semua menyatakan penolakan pada aksi vandalisme. Stop kekerasan dalam sepakbola nasional!Foto (ki-ka):Bob Hippy, Sinyo Aliandoe, Ronny Tanuwijaya, Ronny Pattinasarany (erk/)











































