sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 21:09 WIB

Gusti Randa Jamin Kasus Pengaturan Skor Tak Ganggu Kongres PSSI

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - PSSI akan menggelar kongres tahunan di Bali pada 20 Januari. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, memastikan kasus pengaturan skor tak ganggu kongres.

PSSI sedang dihadapkan dengan kasus penngaturan skor yang melibatkan pengurus. Johar Lin Eng, Dwi Irianto alias Mbah Putih dan BM menjadi tersangka.

Pejabat lain juga tengah dimintai keterangan. Setelah sekjen PSSI Ratu Tisha, Wakil ketua umum PSSI Joko Driyono dan exco PSSI Papat Yunisal juga dijadwalkan untuk dimintai keterangan Satgas Anti Mafia Bola.

Gusti Randa, yang juga aktor pada era 1990-an itu, optimistis kinerja PSSI tak terganggu. termasuk dalam menggelar Kongres Tahunan di Bali.


"Saya masih menganggap berbaik sangka dulu lah dengan situasi. Artinya kongres berjalan dengan baik," kata Gusti Randa ketika ditemui usai rapat kerja dengan Komisi X di Gedung MPR-DPR RI, Senayan, Rabu (16/1/2019).

"Kongres kedaulatan anggota. Anggota mau A, B, C, atau D bisa saja. Tapi tolong dalam koridor norma-norma organisasi dan kepatuhan hukum sepakbola," dia menjelaskan.

"Kita selalu berteriak-teriak suporter jangan anarkis, federasi selalu bicara fairplay dengan tagline-tagline-nya. Ketika si federasi melakukan perhelatan kongres, maka respek tak ada, anarkis yang timbul, koridor aturan hukum dilanggar. Saya kira mohon itu ditaati para peserta. Meskipun saya katakan tadi di depan kongres adalah kedaulatan anggota," ujar dia.

Mantan Ketua Asprov DKI Jakarta ini juga sudah bersiap semisalnya ketika kongres anggota meminta untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti pengurus.

"Sepanjang tidak anarkis dan itu sesuai prosedur koridor regulasi silakan saja," katanya.

Tapi dia mengingatkan agar aspirasi yang dilontarkan memang sesuai kesadarannya sebagai anggota. Bukan karena ada kepentingan lain yang ingin menunggangi.

"Jadi mereka yang berteriak seperti itu harus ditanyakan dulu apakah Anda berteriak sebagai kesadaran anggota atau ada yang ngipasin," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com