sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 17 Jan 2019 13:13 WIB

Mafia Bola Catut Nama dan Foto Kapolda Jawa Tengah

Angling Adhitya Purbaya - detikSport
Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Condro Kirono (Robby Bernardi/detikSport) Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Condro Kirono (Robby Bernardi/detikSport)
Semarang - Nama Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, dicatut namanya dalam dugaan pengaturan skor mafia sepakbola. Pemenangan Persibara Banjarnegara membawa-bawa namanya.

Boyamin Saiman selaku kuasa hukum Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, yang mengungkapkannya. Boyamin mengatakan kliennya menyebutkan mantan anggota komisi wasit Priyanto menawarkan kesepakatan untuk memberikan uang supaya timnya menang. Pertemuan Lasmi dan Priyanto diawali oleh perkenalan yang dijembatani oleh Johar Lin Eng.

"Dari proses itu (pemeriksaan), saya menemukan fakta bahwa nama pak Condro dicatut oleh mafia bola," kata Boyamin, Kamis (17/1).

"Dalam melakukan upaya mendapatkan duit, dalam hal ini di Banjarnegara, mengatakan aman karena di rombongan ada jenderalnya," kata dia.


Selain nama, foto Condro dan Johar Lin Eng juga diperlihatkan supaya Lasmi percaya kalau kesepakatan akan baik-baik saja karena ada seorang Jendral. Namun Boyamin meyakini itu hanya pencatutan nama karena siapapun bisa memiliki foto tersebut terlebih lagi Condro memang anggota Exco PSSI, yang merangkap sebagai ketua komite wasit dan komite keamanan PSSI pada kabinet yang disusun Edy Rahmayadi.

"Secara resmi pak Condro Exco PSSI. Pak Condro kan juga rapat, ketemu, selfie berdua. Foto itu disebar oleh P untuk meyakinkan," Boyamin menegaskan.

Ia berharap Kapolda ikut turun andil melaporkan Priyanto terkait pencatutan nama dan pencemaran nama baik. Hal itu menurut Boyamin bisa menuntaskan kasus pengaturan skor para mafia sepakbola.

"Dalam kesempatan ini mohon ke pak Condro untuk tindak tegas melaporkan dan memperkarakan sebagai pencemaran nama baik atau pencatutan," ujarnya.

Sementara itu, Condro menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Mabes Polri. Ia lebih mengimbau kepada masyarakat agar tidak gampang terhasut dengan foto yang mengatasnamakan pejabat.

"Saya sampaikan seluruh masyarakat hati-hati, jangan hanya ada pesan kemudian foto bersama pejabat demikian mudahnya memberikan sesuatu, harus klarifikasi," kata Condro.

"Itu sudah ada Satgas Anti Mafia Bola, Polda juga termasuk bagian yang akan men-support persepakbolaan Indonesia menjadi olahraga yang bisa berprestasi," dia menambahkan.


Priyanto yang mencatut nama Condro itu sudah menjadi tersangka kasus pengaturan skor. Dia ditahan di Polda Metro Jaya bersama Johar, Dwi Irianto, dan Anik Yuni Kartika serta wasit Nurul Safarid dan BM.


(alg/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com