sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 28 Jan 2019 05:50 WIB

Madura United Transfer Jor-joran, tapi Takkan Jadi Sriwijaya FC Jilid 2

Deny Prastyo Utomo - detikSport
Beto Goncalves jadi salah satu rekrutan anyar Madura United. (Foto: Carlie/INASGOC) Beto Goncalves jadi salah satu rekrutan anyar Madura United. (Foto: Carlie/INASGOC)
Jakarta - Transfer jor-joran Madura United menuju Liga 1 2019 disoroti. Mereka diperkirakan akan jadi Sriwijaya FC jilid 2: mewah secara komposisi tapi terdegradasi.

Di Liga 1 2018 lalu, Sriwijaya FC punya komposisi bintang namun gagal memenuhi ekspektasi. Mereka punya pemain-pemain seperti Esteban Vizcarra, Yu Hyun Koo, Alan Henrique, Goran Gancev, Alberto Goncalves, Manuchehr Jalilov, Syahrian Abimanyu, dan Zulfiandi.

Namun seperti diketahui, Laskar Wong Kito malah finis di peringkat 17 klasemen dari 18 tim. Sriwijaya FC pun turun divisi dan ditinggalkan pemain-pemain topnya.




Musim ini giliran Madura United yang jor-joran belanja. Tak tanggung-tanggung, 11 pemain kelas tim nasional didatangkan, di antaranya Andik Vermansah, Beto Goncalves, Zulfiandi, Fachruddin Aryanto, Satria Tama, dan Muhammad Ridho. Juga ada nama pemain asing semacam Alexander Rakic, Jaimerson Xavier, dan Dane Milovanovic.

Manajer Madura United Haruna Sumitro memastikan timnya takkan jadi Sriwijaya FC jilid dua. Sebab seluruh langkah transfer ini sudah diperhitungkan, bahkan sejak musim lalu belum tuntas.

"Kalau ada orang yang membully di media sosial dengan memasang hastag Sriwijaya jilid dua, pasti tidak akan terjadi. Karena rekrutmen pemain Madura United ini ada visinya. Kita ingin membangun tim ini betul-betul dengan kuat. Bukan hanya kuat di lapangan tapi kuat di segi finansial," kata Haruna kepada detikSport saat ditemui di kediamannya, di kawasan Pagesangan Surabaya, Minggu,(27/1/2019).




"Di saat tim-tim lain belum siap. Kita sudah berlari merekrut pemain. Karena kita punya proyeksi sebelum liga ini selesai, tim ini harus apa di musim berikutnya."

"Kalau tahun lalu kita buru-buru, tapi kalau tahun ini, kita sudah mempertimbangkan berdasarkan kas dan cash flow club. Khususnya dari sponsor yang sudah tetap di tahun 2019," ungkap Haruna.

Haruna juga menyebut bahwa meski musim ini terlihat jor-joran, sebenarnya malah lebih hemat dari musim lalu. Bahkan jika dibandingkan dengan nilai kontrak Peter Odemwingie yang sempat jadi pemain mereka, 11 pemain ini masih lebih irit.

"Terbukti terkoreksi pada tahun ini lebih hemat 30% dibandingkan musim 2018. Jadi tidak perlu kita besarkan tentang nilainya. Tetapi saya bisa katakan ini jauh lebih efektik dan efisien, karena sudah sesuai kebutuhan," jelas Haruna.




"Triknya adalah dalam perekrutan pemain, ketika belanja pemain itu, kita bernegosiasi ketika pemain-pemain sebelum memiliki nilai yang tinggi. Kalau hari ini kita belanja pemain seperti seorang Zulfiandi pasti kan negosiasinya lebih tinggi."

"Dibandingkan nilai kontrak Peter Odemwinggie dengan 11 pemain berlevel nasional ini, kali ini lebih efisien dengan jumlahnya. Ini yang harus diketahui oleh masyarakat luas dan suporter," tandasnya. (raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed