PSS Sleman Depak Barito Putera dari Piala Indonesia

Ristu Hanafi - Sepakbola
Kamis, 31 Jan 2019 23:58 WIB
PSS Sleman singkirkan Barito Putera dari Piala Indonesia. (Foto: Ristu Hanafi/detikSport)
Sleman - PSS Sleman lolos ke 16 besar Piala Indonesia usai menahan imbang Barito Putera 3-3 di leg kedua 32 besar. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu unggul agregat 5-4.

Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (31/1/2019), PSS menjamu Barito dengan modal kemenangan pada leg pertama babak 32 besar. Sebelumnya di markas sang lawan, PSS menang 2-1.


Di leg kedua, PSS sempat memimpin lebih dulu pada menit ke-19. Umpan silang Rangga Muslim dari sisi kiri pertahanan Barito, dengan mudah disundul Sidik Saimima dan mengubah papan skor menjadi 1-0.

Tim tamu mampu membalas pada menit ke-33. Pemain anyar Barito, Prisca Womsiwor, melepaskan sepakan yang tak mampu dibendung kiper PSS, Ega Rizky.

Menjelang paruh pertama berakhir, PSS kembali unggul lewat Ricky Kambuaya pada menit ke-42. Sontekannya merobek jala anak asuh Jacksen F Tiago dan membuat timnya unggul 2-1 saat jeda.

Di babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Saat sedang memimpin, PSS harus bermain dengan sepuluh orang pada menit ke-59 usai Derry Rachman menelan kartu kuning keduanya.




Barito pun memanfaatkan keunggulan jumlah pemain itu. Pada menit ke-67, Barito mendapat penalti setelah wasit Prasetyo Hadi menilai Jajang Sukmara handball di kotak terlarang. Lucas Rodrigues Ramos berhasil mengeksekusi penalti dengan mengecoh Ega Rizky. Skor menjadi 2-2.

Saat laga berjalan imbang, wasit kembali memberi penalti. PSS yang mendapatkannya, setelah Ricky Kambuaya dilanggar pemain belakang Barito di kotak penalti. Haris Tuharea menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa timnya kembali unggul 3-3.

Tapi lagi-lagi Barito bisa menyamakan skor pada menit ke-86. Yakob Sayuri yang memastikan Barito terhindar dari kekalahan. Hingga laga tuntas, skor 3-3 bertahan sehingga PSS berhak melaju ke babak 16 besar.




Usai pertandingan, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menyebut pertandingan berjalan cukup menegangkan dengan 6 gol tercipta. Laga ini disebutnya sebagai salah satu gambaran ketatnya kompetisi Liga 1.

"Pertandingan ini sebagai persiapan menghadapi Liga 1. Kami banyak belajar, mengetahui gambaran Liga 1 yang memang kompetisi sangat ketat," ujarnya.

Sedangkan pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago tetap mengapresiasi daya juang anak asuhnya. Kendati kalah, ia bangga Barito bisa memberi perlawanan sengit kepada tim yang baru promosi ke Liga 1 2019 itu.

"Kami melakukan kerja sama yang rapi, tapi mereka memberi perlawanan menarik. Sampai menit terakhir kami belum bisa lega, sampai menit akhir berjuang. Kedua tim berjuang untuk lolos," ujarnya.

"Tapi bagaimanapun, perjuangan anak-anak yang berjuang hingga menit akhir untuk meraih kemenangan sangat kami apresiasi," imbuhnya. (yna/nds)