sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 08 Feb 2019 12:00 WIB

Syafruddin Restui Pejabat-Pejabat Persija yang Mundur, Anggap Masalah Individu

Mercy Raya - detikSport
Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin (Noval-detikcom) Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin (Noval-detikcom)
Jakarta - Dewan Pembina Persija Jakarta, Syafruddin, tutup kuping dengan banyaknya pengurus Persija Jakarta yang mundur. Menurutnya itu masalah individu.

Gede Widiade bersama Rafil Perdana menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama dan Chief Operating Officer, Persija Jakarta. Pengunduruan diri mereka secara yuridis dilakukan pada 1 Februari.

Waktu itu bertepatan dengan ditemukannya dokumen keuangan Persija yang sengaja dihancurkan di bekas kantor PT. Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Kuningan. Setelah Gede dan Rafil, lima pengurus lain turut mengundurkan diri.

Syafruddin mengatakan keputusan yang diambil Gede cs adalah profesionalitas dalam bekerja


"Keprofesionalan. Mereka pamit kepada saya bahwa akan mengundurkan diri sebagai orang yang profesional menjalankan tugas ya saya restui," kata Syafruddin di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Syafruddin, yang juga merupakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, berharap direksi Persija pengganti harus sama profesionalnya. Dia minta Persija dan The Jakmania dia minta agar tetap kompak.

"Harus profesional. Saya ini masih pembina. Sekaligus saya sampaikan kepada Persija dan Jakmania agar kompak. Saya pembina, saya tak terpengaruh dengan orang-orang yang mundur. Itu masalah individu, oleh karena itu saya selaku pembina menyampaikan harus semuanya profesional, utuh," dia menjelaskan.

Maju Mundur Penggurus Dalam Korporasi Wajar Belaka

Hal senada diungkapkan, Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus. Dia malah mengungkapkan pergantian dalam sebuah korporasi sebagai hal yang biasa.

"Memang di dalam aksi korporasi yang namanya pergantian, rotasi itu hal yang biasa. Jadi bagi kami termasuk Persija, tidak ada yang terlalu istimewa untuk hal ini," kata Ferry, dalam kesempatan sama.

"Kemunduran Bapak Gede, Bapak Rafil, dan teman-teman sekalian itu, ya memamg niatan beliau untuk tidak melanjutkan untuk memimpin Persija ini. Karena ada beberapa alasan karena merasa sudah tercapai target yang diemban manajemen, termasuk ada hal-hal yang di luar daripada urusan Persija," dia menjelaskan.

"Tapi buat kami, tim harus tetap jalan. Persija masih menatap untuk pertandingan di australia. Jasi semua harus fokus ke arah sana, jadi baru saja saya ke Halim untuk menyampaikan hal-hal ini. Bahwa sekali lagi tidak ada yang boleh lebih besar daripada Persija. Apa pun bentuknya. Pemain, pelatih, manajemen siapa pun. Bahwa persija itu harus lebih besar dari yang lainnya," ujar dia.




Tonton video saat Dirut Persija Mundur, Polri: Tak Terkait Kasus Mafia Bola:

[Gambas:Video 20detik]


Syafruddin Restui Pejabat-Pejabat Persija yang Mundur, Anggap Masalah Individu
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed