Jelang Babak 8 Besar Liga Djarum
Bonus PSM Paling Besar
Jumat, 16 Sep 2005 02:23 WIB
Jakarta - Menyangkut soal bonus, ternyata manajemen tim PSM Makassar menjadi yang paling terbesar memberikan penghargaan kepada pemainnya. Bonus PSM mencapai Rp 1,5 miliar!Empat tim papan atas yang akan bertarung di babak 8 besar Grup Jakarta memang punya cara untuk memotivasi semangat para pemainnya. Tak lain, bonus uang jika bisa membawa timnya menjadi juara. Persija,Persebaya, PSIS Semarang dan PSM Makassar dipastikan memberikannya bonus kepada pemainnya.Dalam masalah bonus ini, manajer tim PSM Erwin Aksa menegaskan, jumlah bonus yang akan diberikan kepada timnya pasti akan lebih besar dibanding tim lainnya ."Kalau bonus juara untuk Persija besarnya Rp 1 miliar, maka bonus kita Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar. Begitu seterusnya," ujar Erwin Aksa, saat mendampingi timnya berlatih di Stadion Utama Senayan, Kamis (15/9/2005).Menurut Erwin, dia sudah memberikan komitmen jelas kepada para pemainnya bahwa bonus itu pasti akan mereka terima, disamping hadiah utama Rp 1 miliar ang diberikan bagi tim juara. "Saya sudah memegang tim ini sejak awal putaran kedua, dan saya cukup yakin akan kemampuan para pemain," katanya.PSM, yang sejak putaran kedua ditangani oleh pelatih asal Belanda Fritz Korbach, menurut Erwin Aksa sedang menunjukkan peningkatan performa. Oleh karena itu, katanya, dia cukup optimistis timnya bisa merebut satu tiket ke final dari babak empat besar Grup Jakarta ini. Erwin memperkirakan untuk lolos ke pertarungan puncak itu timnya minimal harus merebut empat angka, dari tiga lawan yang dihadapi."Motivasi para pemain sedang bagus-bagusnya. Selain itu, tak ada satu pun pemain kami yang mengantongi satu kartu kuning, semuanya bersih," tegasnya.Percaya WasitMenyinggung kepemimpinan wasit babak empat besar di Jakarta ini, Erwin Aksa tidak sependapat dengan manajer tim Persija IGK Manila. "Boleh saja pak Manila meragukan obyektifitas kepemimpinan wasit itu, tetapi saya tidak. Main di sini beda dengan sewaktu kompetisi reguler, disaksikan lebih banyak orang dan bahkan ditayangkan secara langsung oleh televisi. Mana ada wasit yang berani mengambil resiko, bermain-main di depan sorotan kamera teman-teman wartawan televisi yang banyak itu?" tukas Erwin.Namun demikian, ketua harian Persebaya H.Susanto tidak sependapat dengan Erwin Aksa. Begitu pun, Susanto juga tidak lantas setuju dengan kekhawatiran Manila. Yang jelas, katanya, rangkaian pertarungan babak empat besar di Jakarta lebih sulit untuk 'dipermainkan' oleh wasit ketimbang persaingan di Jayapura. Apalagi, kata Santo, "Di sana sepi, tidak seperti di sini," katanya berdiplomasi..Santo juga mengatakan, mungkin saja Manila sekedar melempar bola muntah. "Kalau pak Manila yang tinggal di Jakarta saja merisaukan kepemimpinan wasit, apalagi kita yang menjadi tamu," katanya sambil tertawa.Bertalian dengan adanya kekhawatiran kepemimpinan wasit ini, kubu PSIS Semarang termasuk yang tidak terlalu merisaukan kiprah korps para pengadil itu. "Saya tak mau apriorilah, kita yakin saja kalau mereka bisa bekerja dengan baik," ujar Yoyok.Menyinggung peluang tim PSIS untuk merebut tiker ke final, pelatih Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa bagaimana pun PSIS adalah tim kuda hitam. "Dibanding Persija, Persebaya dan PSM kita ini underdog," tandas Bambang. (erk/)











































