sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 15:55 WIB

Pemilik Suara: KLB PSSI Oke, tapi...

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: detikSport/Rengga S Foto: detikSport/Rengga S
Jakarta - PSSI memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai respons situasi terkini. Klub menyetujuinya asalkan KLB menjadi solusi terbaik.

PSSI boleh dibilang sudah kehilangan pucuk pimpinan setelah Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjadi tersangka. Pria asal Ngawi itu bahkan sudah mengakui telah menghancurkan barang bukti dugaan pengaturan skor di bekas Kantor PT Liga Indonesia.

Selain Jokdri, Satgas Anti Mafia menetapkan 14 tersangka lain. Termasuk anggota exco Johar Lin Eng dan anggita Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Beberapa pemilik suara menilai situasi itu sudah merusak citra PSSI. Untuk mengikuti Statuta PSSI pun dinilai tak mungkin. Sebab, Wakil Ketua umum PSSI, Iwan Budianto, juga sedang dilaporkan dalam tindak pidana dugaan penipuan.


Sesuai rilis PSSI, Joko mengambil langkah untuk melaksanakan KLB lewat rapat darurat. Joko juga mengklaim sedang berkonsultasi dengan FIFA untuk menggelar KLB.

Nantinya, KLB memiliki dua agenda. Yakni, membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP), lalu agenda kedua yaitu penetapan tanggal Kongres pemilihan kepengurusan baru.

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, menilai langkah PSSI untuk menggelar KLB wajar. Tapi melihat situasi akan berlangsungnya turnamen pra musim Piala Presiden, KLB diharapkan bisa dilakukan setelah Pemilihan Presiden pada April.

"Kalau memang itu yang terbaik, silakan saja. Kami ikut saja, jadi tidak perlu berpolemik. Kalau memang teman-teman PSSI menginginkan itu, kami ikut," ujar Sumardji kepada detikSport, Rabu (20/2/2019).

"Kalau hemat saya, sebentar lagi kan Piala Presiden. Menurut saya setelah Pilpres lah, kalau memang itu dikehendaki. Kalau klub itu ikut suara terbanyak, teman-teman juga belum ada yang menyuarakan. Kami tentu akan mengikuti suara terbanyak," kata dia.

Sumardji berharap siapapun ketua umum yang terpilih nanti bisa membawa perubahan untuk sepakbola Tanah Air.

"Siapa pun yang jadi ketua umum, satu harus punya leadership yang kuat. Yang kedua, sosok ketua umum, punya jaringan yang kuat dalam meraih sponsor karena tanpa sponsor PSSI tidak akan hidup. Yang kedua harus bisa mengutamakan kesejahteraan klub, karena ujung-ujungnya klub. Kalau tidak diberikan kesejahteraan, maka akan bermasalah untuk klub," katanya.

Sebelumnya, sejumlah nama sempat beredar digadang-gadang menjadi calon Ketum PSSI. Salah satunya adalah Erick Thohir, Basuki Tjahhaja Purnama, dan Muhaimin Iskandar yang dianggap sosok yang tepat memimpin PSSI. Selain itu muncul nama pemain Bambang Pamungkas.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed