sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 18:40 WIB

PSSI: KLB Paling Lambat Digelar Usai Pilpres

Amalia Dwi Septi - detikSport
Gusti Randa mengungkapkan Kongres Luar Biasa PSSI besar kemungkinan digelar usai Pilpres 2019 (Amalia Dwi Septi/detikSport) Gusti Randa mengungkapkan Kongres Luar Biasa PSSI besar kemungkinan digelar usai Pilpres 2019 (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - PSSI telah mengagendakan menggelar KLB (Kongres Luar Biasa). Kongres tersebut kemungkinan besar dilakukan setelah Pemilihan Presiden 2019, April mendatang.

PSSI akhirnya memutuskan menggelar KLB setelah Plt Ketua Umum Joko Driyono menjadi tersangka. PSSI saat ini sedang menunggu restu dan arahan dari FIFA.

Anggota Komite Eksekutif PSSI yang ditunjuk bertemu FIFA, Gusti Randa, memperkirakan KLB baru bisa digelar setelah Pemilu. Padatnya agenda tak memungkinkan melakukan KLB secepatnya.



"Kemungkinan setelah Pemilu karena kan Pemilu tinggal 53 hari kurang lebih, jadi kami (KLB) setelah pemilu mungkin. Paling cepat seminggu setelah Pilpres, mungkin saja. Tanggal berapanya kami belum tahu itu urusan Kesekjenan nanti yang mengatur sesuai tahapan-tahapan regulasi, karena kami harus membentuk KP (Komite Pemilihan) dulu," ujar Gusti kepada pewarta, Rabu (20/2/2019)

Dia menjelaskan alasannya Exco akhirnya memutuskan KLB karena tak memiliki waktu panjang. Persetujuan melalui voter dianggap memakan waktu.

"Kemarin cuma ada dua opsi yang harus kami sepakati, prinsipnya KLB yes. Cuma ada dua cara, ada melalui voter, bisa melewati Exco. Kalau kami ambil melalui voter, itu mengumpulkan 2/3 saja misalnya itu mungkin bisa lama. Sementara kami pernah punya pengalaman misalnya, ketika di zaman La Nyalla untuk memgumpulkan voter ayuk mau KLB itu enam bulan kekumpul. Bisa ketemu semua, surat apalah pernyataan kongres," ucap Gusti.



"Kalau kami ambil opsi pertama, wah ini lama. Sementara ada desakan, desakan itu bisa saja arahnya dari voter tapi tidak seberapa, tidak 2/3 lah. Desakan juga ada pemerhati sepakbola yang merasa siap untuk memimpin atau mereka-mereka yang merasa mumpuni untuk memimpin ini harus disegerakan, jangan berlama-lama persoalan ini menurut saya malah nanti agenda tahun ini yang begitu banyak bisa terbengkalai."

"Kami juga melihat komentar-komentar di sosial media memang menginginkan sudah lah, potong generasi. Satu gerbong ini diganti semuanya. Kalau kami mengharapkan dari voter itu lama, jalan kedua adalah melalui keputusan Exco," paparnya lebih lanjut.

Gusti juga memastikan rapat Exco yang memutuskan KLB sudah disepakati bersama. Dalam pertemuan rapat tadi malam, hanya satu anggot Exco yang absen yaitu Condro Kirono.

"Semalam yang datang ada 11. Jadi kalau lewat jalur Exco lebih cepat, kami harus melakukan percepatan. Suara bulat bahwa kami KLB. KLB ini harus baik, jangan KLB-KLB-an. Nanti percuma juga, nanti malah kita tidak sesuai prosedur, malah ngaco. Ya sudah kami lihat tahapan-tahapan. Kami putusan semalam untuk pembentukan KP karena harus dalam kongres. Ya, (KLB) habis pemilu lah, paling cepat," katanya.
(ads/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com