Babak 8 Besar Liga Djarum
Panpel Jakarta Rugi
Senin, 19 Sep 2005 22:09 WIB
Jakarta - Panitia pelaksana babak 8 besar Liga Djarum Indonesia khusus yang berlangsung di Jakarta dipastikan mengalami kerugian. Pengeluaran paling besar ialah untuk biaya operasional keamanan.Wakil Ketua Panpel pertandingan babak delapan besar untuk grup Jakarta Rifaid Ismail mengungkapkan, pendapatan dari hasil penjualan tiket tetap masih belum bisa menutup beban pengeluaran. Dari dua pertandingan hari pertama, Jumat (16/9/2005) Persija vs PSIS dan Persebaya vs PSM, pemasukan yang diperoleh hanya mencapai Rp 152 juta. Sedangkan dari dua pertandingan kedua, Minggu (18/9/2005), hasil penjualan tiket mencapai Rp 172 juta."Memang ada kenaikan sebesar Rp 20 juta akan tetapi itu tetap belum mencukupi untuk menutup beban pengeluaran kita," ujarnya sembari mejelaskan bahwa pengeluaran panpel untuk pelaksanaan empat pertandingan pada dua hari tersebut mencapai Rp 440 juta. Rinciannya Rp 250 juta untuk pelaksanaan pertandingan hari Jumat, dan Rp 190 juta untuk pertandingan Minggu.Rifaid memperkirakan kemungkinan pengeluaran untuk pelaksanaan dua pertandingan pada hari terakhir Rabu (21/9), mencapai kisaran Rp 200-250 juta. Apalagi dua pertandingan terakhir tersebut akan dilaksanakan terpisah, yakni Persija-Persebaya di stadion Gelora Bung Karno dan PSM-PSIS di stadion Lebak Bulus.Rifaid juga mengakui bahwa keamanan merupakan sektor yang membutuhkan pengeluaran terbesar, meski tidak menyebutkan jumlahnya. "Yang pasti paling besar, lebih besar dari anggaran untuk akomodasi dan transportasi," katanya. Untuk akomodasi dan transportasi panpel memang memberikan subsidi yakni masing-masing sebesar Rp 50 juta untuk tiga tim peserta di luar Persija.Mengenai isu keamanan yang masih menjadi pusat perhatian, panitia mengaku tidak memiliki kekhawatiran yang besar. Sebab jumlah suporter tim PSM dan PSIS yang terhitung sedikit akan ditempatkan di tribun yang terpisah sehingga akan mudah diantisipasi oleh aparat keamanan yang akan disiagakan. "Pendukung tim PSM kita tempatkan di tribun utara, sementara suporter PSIS di tribun selatan. Kedua tempat itu kita jaga ketat," yakinnya. (lom/)











































