sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 27 Feb 2019 08:20 WIB

Tonton Wawancara Eksklusif Hendro Pandowo, Bongkar Mafia dan Judi Bola

Femi Diah - detikSport
Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, Kasatgas Anti Mafia Bola (Muhammad Ridho/detikSport) Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, Kasatgas Anti Mafia Bola (Muhammad Ridho/detikSport)
Jakarta - Baru dua bulan bekerja, Satgas Anti Mafia Bola, yang dipimpin Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, menetapkan 16 tersangka. Sekadar bersih-bersih atau ada misi lain?

Yang mengejutkan, 16 tersangka itu terdiri dari berbagai lini dunia persepakbolaan, mulai manajer klub hingga wasit dan pucuk pimpinan PSSI. Pemantiknya adalah laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, akhir tahun lalu.

Praktik culas sepak bola di Tanah Air pun terbongkar. Selama ini, segala kecurangan yang terjadi laksana kentut, bau tak sedap menyeruak tanpa jelas wujudnya.

Praktik pengaturan skor yang sudah lama terjadi rupanya berlangsung secara sistematis dan terstruktur. Melibatkan manajer klub, pemain dan wasit, hingga petinggi PSSI. Motifnya tak cuma meningkatkan gengsi dan kepentingan ekonomi, tapi juga jaringan perjudian internasional.


"Mereka tentu ada di dalam hingga luar negeri. Datanya sedang terus kami kumpulkan," kata Hendro

Bukannya menyokong kerja tim Satgas, Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, malah memerintahkan anak buahnya merusak dan menghilangkan sejumlah barang bukti.

"Ini ada keterkaitan pengaturan skor yang terjadi di Liga 3 yang dilaporkan Ibu Lasmi," kata Hendro.

Terkait posisi para petinggi Polri di PSSI maupun pembina klub, mantan Kapolrestabes Bandung itu berjanji akan mengusut semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu. Hanya saja sejauh ini belum ada sedikitpun indikasi keterlibatan mereka.

"Justru Pak Sjafrudin (mantan Wakapolri yang kini menjadi Menteri Aparatur Negara) menyokong penuh Satgas," ujar Hendro.

Kehadiran Tim Adhoc Integritas PSSI dengan penasihat mantan Kepala Polri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, dia juga menegaskan sejauh ini sama sekali taka da intervensi. "Buktinya ketika awal bertemu Pak Badrodin Haiti Satgas baru menetapkan 10 tersangka, sekarang sudah bertambah 6," kata dia.

Hendro menjamin bahwa pengusutan juga tak dilakukan untuk mengincar klub tertentu. Satgas hanya ingin membuat persepakbolaan Indonesia lebih berprestasi.

Selengkapnya Tonton Wawancara Eksklusif Hendro Pandowo, Bongkar Mafia dan Judi Bola Rabu, 27 Februari 2019 pukul 13.00 WIB di detikcom.

[Gambas:Video 20detik]



(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed