sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 29 Mar 2019 15:29 WIB

Simpang Siur Iwan Budianto Jadi Plt Ketua Umum PSSI, Exco Beda Suara

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: detikSport/Rengga S Foto: detikSport/Rengga S
Jakarta - Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI simpang siur setelah muncul kabar Iwan Budianto menempati jabatan itu. Anggota Komite Eksekutif PSSI berbeda pendapat.

Sejak ditinggalkan Edy Rahmayadi, kursi pimpinan PSSI memanas. Edy digantikan oleh Plt Ketum Joko Driyono. PSSI berdalih membutuhkan waktu dan biaya untuk menggelar Kongres Luar Biasa. Mereka juga menyebut agenda politik sebagai alasan untuk tak buru-buru menggelar KLB.

Kini, Joko ditahan Satgas Anti Mafia Bola dengan jeratan perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor. Sebelum mendekam dalam penjara, Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, menyerahkan tugas harian dan persiapan KLB kepada anggota Exco, Gusti Randa. Kemenpora menilai penyerahan tugas melalui surat keputusan itu tak dapat dilakukan, namun PSSI bersikukuh penugasan itu sah.

Gusti sempat menyebut dirinya sebagai plt ketua umum. Pernyataan itu diperkuat oleh ucapan anggota Exco PSSI, Yunus Nusi. Dia bilang Gusti dipilih karena Iwan Budianto keberatan.


Dalam prosesnya, Gusti meralat ucapannya. Mantan pesinetron itu bilang dia dilimpahi tugas harian oleh Jokdri.

Baru-baru ini muncul kabar jika PSSI memiliki plt ketum baru. Anggota Exco lainnya, Refrizal, yang menyatakannya setelah ada kesepakatan dalam rapat Exco tadi malam.

"Kami kan memutuskan ini semua harus jalan. Karena Pak Joko ditahan kami kembalikan ke statuta bahwa otomatis yang jadi Plt itu adalah Pak Iwan. Bukan dibantu Gusti, tapi dibantu kami semua," kata Refrizal.

Pernyataan Refrizal tersebut ternyata tak diketahui oleh anggota Exco lainnya, Yoyok Sukawi.

"Maaf saya sedang di Semarang, belum ke Jakarta. Jadi saya tidak tahu soal itu," katanya.

Sementara itu, Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menyebut bahwa tidak ada rapat Exco yang digelar kemarin, Kamis (28/3/2019).

"Tidak ada (rapat Exco). Iwan tidak akan menjadi plt ketum, karena ketum diputuskan di kongres. Kecuali Komite Etik bersidang ketua umum korupsi dan langgar statuta PSSI dan harus mundur, barulah secara organisasi waketum menggantikan. Tidak ada plt ketum menunjuk plt ketum," ujar Gatot.



Saksikan juga video 'Blak-blakan Gusti Randa: Kursi Panas PSSI':

[Gambas:Video 20detik]

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed