sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 01 Apr 2019 16:40 WIB

Beda Pendapat Lagi, Exco Ini Sebut Iwan Budianto Plt Ketum PSSI

Mercy Raya - detikSport
Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (Agung Pambudhy/detikSport) Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Ketidakjelasan posisi pelaksana tugas ketua umum PSSI menggelinding. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Dirk Soplanit, menyebut Iwan Budianto sebagai plt ketum PSSI.

Posisi plt ketua umum PSSI simpang siur setelah disebut-sebut exco menggelar rapat pada Kamis (28/3/2019). Anggota exco berbeda pendapat mengenai sosok yang menjabat plt ketua umum PSSI.

Dirk membenarkan exco sempat berencana menggelar rapat pada Kamis itu. Rapat tersebut, lanjut Dirk, untuk merespons status Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Dirk tidak menyebut Jokdri sebagai plt ketua umum) yang ditahan Satgas Anti Mafia Bola.

Tapi, karena Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, berhalangan hadir maka pertemuan itu menjadi rapat informal. Waktu itu, Iwan tengah berada di Malang, Jawa Timur.

"Kami ini berdiskusi ketika Bapak Joko masih aktif dan menyerahkan tugas keseharian kepada Bapak Gusti maka secara otomatis Gusti menjalankan itu. Terutama, karena menjelang KLB, menjelang kompetisi, itu kan tugas ketum cukup padat," kata Dirk kepada detikSport, Senin (1/4/2019).

"Tetapi, persoalan menjadi lain karena Bapak Joko sudah dalam status berhalangan sementara karena ditahan. Itu kenyataan yang harus kita lihat. Nah, ketika sudah ditahan, maka teman-teman Exco ini melihat bahwa statuta yang harus mengatur. Bahwa ketika ketum berhalangan sementara maka waketum yang harus (ambil alih) jabatan tersebut," dia menjelaskan.


"Tetapi, teman kami ini, Bapak Gusti masih menganggap bahwa dia masih plt ketum (ketua harian). Sementara, teman-teman menganggap bahwa bapak Iwan yang harus ambil alih sebagai plt ketum sesuai statuta karena pak Joko berstatus berhalangan sementara," dia menjelaskan.

"Meski Gusti menolaknya, namun dalam menjalankan tugas, Gusti tetap tak akan dapat memutuskan sendiri. Pasalnya, dalam pengambilan keputusan Exco itu collective collegial, harus mengambil keputusan bersama," ujar Dirk.

Dirk optimistis simpang siurnya perbedaan pendapat ini tak akan mempengaruhi stabilitas PSSI sebagai organisasi.

"Soal nanti pak Gusti masih menjalankan tugas-tugas itu (ketua harian), pak Gusti mau tak mau harus berkoordinasi dengan pak Iwan dan Exco lain. Toh, dia juga tak bisa ambil keputusan sendiri," ujar dia.

"Saya kira itu kan hanya berbeda pendapat. Tapi sebagian besar dari kami berpatokan kepada statuta karena kedudukan statuta lebih tinggi dari surat tugas Bapak Joko," ujar dia.


Posisi plt ketua umum menjadi milik Jokdri setelah Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya. Edy mengumumkan untuk menyudahi tugas sebagai ketua umum PSSI dalam pidato di Kongres PSSI 20 Janurai. Januari.



Tonton juga video Gusti Randa Gantikan Jokdri jadi Plt Ketum PSSI:

[Gambas:Video 20detik]


Beda Pendapat Lagi, Exco Ini Sebut Iwan Budianto Plt Ketum PSSI
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed