sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 01 Apr 2019 17:17 WIB

'Joko Driyono Itu Bukan Plt Ketum PSSI, tapi Ketua Umum PSSI'

Mercy Raya - detikSport
Joko Driyono disebut sebagai ketua umum PSSI (Lamhot Aritonang/detikSport) Joko Driyono disebut sebagai ketua umum PSSI (Lamhot Aritonang/detikSport)
Jakarta - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Dirk Soplanit, menjelaskan status Joko Driyono di PSSI. Joko disebut sebagai ketua umum resmi menggantikan Edy Rahmayadi.

Joko menjadi pelaksana tugas ketua umum (plt) PSSI setelah Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019. Jokdri menggantikan Edy sebagai wakil ketua umum tertua. Satu kursi wakil ketua umum lain ditempati Iwan Budianto.

Dalam prosesnya, Joko tersangkut kasus tindak pidana pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI, pada 15 Februari. Saat itu, ruang yang juga bekas kantor PT Liga Indonesia tersebut tengah digeledah oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Agar lebih leluasa menyelesaikan kasus pidana itu, Joko memberikan surat tugas kepada Gusti Randa, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, untuk menjalankan tugas sehari-hari di PSSi dan menyiapkan Kongres Luar Biasa (KLB). Gusti menyimpulkan dia menggantikan Joko sebagai plt ketua umum.

Keputusan itupun menjadi pro dan kontra. Sebab,s ebagai plt ketua umum, Joko tak bisa membuat keputusan apapun. Lagipula, PSSI masih memiliki wakil ketua umum, IB.

Anggota exco lain juga terkejut dengan penugasan itu. Gusti merespons dengan mengklarifikasi dirinya hanya sebagai ketua harian, bukan pelaksana tugas ketua umum.

Dua hari setelah penugasan itu, Jokdri ditahan Satgas Anti Mafia Bola. Situasi di internal PSSI kian rumit.

Anggota exci mengklaim telah melimpahkan tugas Jokdri kepada wakilmya. IB. So, Gusti tak perlu lagi menjalankan tugas sesuai dengan surat penugasan yang diberikan oleh Jokdri. Keputusan itu diambil dalam rapat darurat pada Kamis, 28 Maret.

Rapat tersebut hanya dihadiri tujuh orang Exco, selain Dirk, Yunus Nusi, Condro Kirono, Gusti Randa, Juni A. Rahman, Papat Yunisal, Very Mulyadi, dan Refrizal.Sementara itu, yang tidak hadir yaitu Pieter Tanuri, AS Sukawijaya, dan Johar Lin Eng (ditahan) dan Hidayat (mundur jadi Exco). Iwan Budianto juga absen dari rapat itu karena sedang berada di Malang.


Dirk menyebut, secara statuta, Iwan adalah plt ketum, sedangkan Joko sebelumnya menjabat ketua umum PSSI.

"Ini yang salah menyebut Bapak Joko sebagai plt. Ini salah. Pak Joko itu sudah menjadi ketum karena itu resmi di dalam kongres," kata Dirk kepada detikSport, Senin (1/4/2019).

"Edy menyatakan mundur dalam kongres dan kemudian menyerahkan kepimpinan kepada Bapak Joko. Dan itu bukan maunya Bapak Edy tapi secara statuta mengatur itu. Ketika ketum berhalangan sementara atau tetap maka yang menggantikan itu adalah wakil ketua yang tertua. Kami kan punya dua waketum. Nah, dengan demikian Bapak Joko itu yang sudah menjadi ketum dan itu di dalam kongres," Dirk menjelaskan.

"Jadi kalau ada yang menyebut status Joko Driyono sebagai pelaksana tugas ketum itu salah," ujar dia.

Padahal sebelumnya PSSI sempat mengatakan bahwa Joko Driyono adalah pelaksana tugas.

"Saya sudah protes itu si Gatot (Widakdo). Dia sebagai humas (direktur Hubungan Media PSSI mestinya dia pelajari dengan baik itu statuta. Nanti kalau waketum tidak ada, barulah sekretaris, itu lah menjadi plt. Tetapi, kalau ada wakil itu otomatis akan dilantik menggantikannya, tak ada plt menjabat itu," ujar dia.





Tonton juga video Tiga Pejabat PT LIB Diperiksa Terkait Kasus Pengaturan Skor:

[Gambas:Video 20detik]


'Joko Driyono Itu Bukan Plt Ketum PSSI, tapi Ketua Umum PSSI'
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com