sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 06 Apr 2019 11:51 WIB

Timnas Putri Mundur dari AFF U-15 Tanda PSSI Tak Serius

Uje Hartono - detikSport
Lasmi Indaryani pernah jadi manajer timnas U-16 wanita Indonesia tahun lalu (Uje Hartono/detikSport) Lasmi Indaryani pernah jadi manajer timnas U-16 wanita Indonesia tahun lalu (Uje Hartono/detikSport)
Banjarnegara - Timnas putri Indonesia U-15 mundur dari Piala AFF Mei mendatang. Mantan manajer Timnas U-16 Putri Lasmi Indaryani menyebut PSSI tidak serius mempersiapkan tim.

Hal ini ia rasakan saat menjadi manajer Timnas Putri U-16 tahun lalu. Saat itu, ia ditunjuk menjadi manajer hanya satu bulan sebelum pertandingan digelar.

"Ini karena persiapan yang tidak matang. Pengalaman saya dulu ditunjuk 1 bulan sebelum pertandingan. Bahkan, pemain dan pelatih sudah dipilihsebelum saya menjadi manajer," kata Lasmi saat dihubungi detiksport, Sabtu (6/4/2019).

Bahkan saat dirinya menjadi manajer, semua keputusan masih di tangan Papat Yunisal sebagai manajer timnas putri senior. Lasmi mengaku sebagai manajer dirinya hanya menanggung anggaran training camp.




"Semua keputusan tetap di ibu Papat Yunisal. Saya hanya sumbangsih anggaran TC di Banjarnegara," sambungnya.

Laksmi tidak memungkiri jika timnas putri mengalami kekurangan anggaran. Namun, dia juga menyoroti PSSI yang tidak mempersiapkan tim dengan matang saat menghadapi sebuah turnamen, terutama soal dana.

"Kalau yang saya rasakan Timnas Putri memang kurang anggaran. Tetapi, di saat kekurangan anggaran, juga tidak ada mengatur dengan baik."

Lasmi juga menyampaikan pengalamannya menjadi manajer Timnas Putri U-16. Awalnya, ia ditawari Tika, Mbah Pri (Priyanyo), dan Johar Lin Eng untuk menjadi manajer Timnas Putri U-16.




"Awalnya disampaikan saya hanya menyiapkan tempat menginap dan makan atlet serta official selama 2 minggu. Saat itu kata Tika, membutuhkan sekitar Rp 30 juta kemudian saya sanggupi," katanya.

Kemudian, Papat Yunisal datang ke Banjarnegara untuk membuat rincianbanggaran. Namun jumlahnya membengkak, dari Rp 30 juta menjadi Rp 300 juta karena TC menjadi 30-40 hari.

"Saat itu, Papat Yunisal menjanjikan PSSI akan mengembalikan 50 persen dari dana yang saya keluarkan. Tetapi sampai sekarang 1 persen pun belum dikembalikan," demikian dia.


(mrp/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed