sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 08 Apr 2019 16:39 WIB

Menunggak Gaji Pemain, Sriwijaya FC Minta PT LIB Lunasi

Mercy Raya - detikSport
Sriwijaya FC minta PT LIB bayar utang ke pemain. (Nova Wahyudi/Antara) Sriwijaya FC minta PT LIB bayar utang ke pemain. (Nova Wahyudi/Antara)
Jakarta - Sriwijaya FC masih menunggak gaji pemain, kendati Liga 1 2018 telah berakhir tiga bulan lalu. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), operator kompetisi Liga 1, diminta untuk melunasi.

Menyongsong Liga 2, Sriwijaya FC masih dihantui masalah penunggakan gaji pemain yang berlarut-larut. Bahkan, sebelumnya beberapa pemainnya terpaksa mengundurkan diri dari klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut meski Liga 1 belum selesai.

Sekretaris Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengatakan belum beresnya penunggakan gaji pemainnya ditengarai PSSI dan PT LIB yang belum melunasi hak klub.


PT LIB disebut masih menunggak utang sebesar Rp 4.534.808.702. Rinciannya, dana rangking dan rating Liga 1 2017 sebesar Rp1.500.000.000, sisa kontribusi tahap ketujuh dan delapan Liga 1 2018 sebesar Rp 324.808.702, sisa pembayaran Elite Pro Akademy U-16 2018 sebesar Rp 2.150.000.000, dan pengembalian denda komisi disiplin 2018 sebesar Rp 560.000.000.

Sementara itu, hak-hak pemain dan pelatih yang belum dibayarkan yaitu pada November 2018 dan Desember 2018, sebesar Rp 2.148.878.788. Ditambah, penyelesaian pembayaran Down Payment (DP) yang tertunggak kepada masing-masing rekening pemain sejumlah yakni sebesar Rp 724.750.000.

''Kami sudah dua kali bersurat kepada PT LIB. Pertama pada 7 Januari dan kedua pada 4 April lalu tetapi surat kami belum direspons hingga saat ini,'' kata Faisal ketika dihubungi pewarta, Senin (8/4/2019).

''Ya, kami harus berupaya karena itu hak kami. Silakan PT LIB bayar langsung ke pemain dan tak usah melalui klub lagi karena kami sudah bersurat kepada mereka (LIB),'' dia menjelaskan.

Faisal juga menambahkan situasi ini turut mempengaruhi persiapan mereka menuju Liga 2. Tim juga belum lengkap karena masih 70 sampai 80 persen. Sementara, untuk pelatih sudah ada Kas Hartadi.

"Iya makanya di satu sisi kami harus jalan. Kami ini berusaha kalau tidak ada mencari dana talangan, cari usaha. Yang namanya kalau sudah terjun di sepak bola, ya, harus berkorban,'' ujar Faisal mengakhiri.

"Intinya kami berupaya itu memang haknya kita, haknya klub. Surat kami juga sudah ditembuskan ke APPI. Jadi tinggal tunggu saja," ujar dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com