sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 18:33 WIB

Ini Alasan Persija Vs Semen Padang Jadi Laga Pembuka Liga 1

Amalia Dwi Septi - detikSport
Asep Saputra, direktur kompetisi PT LIB (kiri)  (Amalia Dwi Septi/detikSport) Asep Saputra, direktur kompetisi PT LIB (kiri) (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - Kickoff Liga 1 2019 ditandai duel Persija Jakarta dengan Semen Padang pada 8 Mei. PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki alasan memilih laga itu.

Pemilihan pertandingan tersebut berbeda dibandingkan kickoff Liga 1 dalam beberapa musim terakhir. Tradisinya, kickoff ditandai dengan laga antara juara liga musim sebelumnya dengan juara Piala Presiden.

Tapi, kini, PT LIB memilih menyajikan pertandingan antara juara Liga 1 musim lalu, Persija, dengan tim promosi Semen Padang.

"Kalau juara lawan pemenang Piala Presiden itu kan hanya kebiasaan, bukan sesuatu aturan. Sebenarnya proses keluar jadwal ini cukup panjang, prinsip dasarnya kami bikin breket yang seideal," ujar Manajer Kompetisi PT LIB, Asep Saputra, kepada pewarta di Jakarta, Rabu (10/4/2019).


"Saat ini, kami sedang menjadi sorotan dengan menyebut-nyebut jadwal ideal. Kami mencoba mendekati jadwal ideal, tetapi ada variabel tertentu yang harus disesuaikan. Posisinya, sebetulnya, kami 18 klub kami respek semua klub dalam posisi yang sama," kata Asep.

"Kami tidak pernah menyebut tim besar, tim kecil, dan lain-lain yang paling mungkin adalah kami lihat posisi tahun lalu, di posisi tadi ada penyesuaian ketika sudah implementasi ketika jadwal sudah dimasukkan sesuai urutan, perhitungan kami tetap juara mendapat keuntungan untuk tampil di partai utama, lawannya adalah tim promosi," dia menjelaskan.

Asep menambahkan draf jadwal tersebut sebenarnya sudah disusun sejak Januari lalu. Jika ada klub yang keberatan, LIB memberikan tenggat waktu kepada klub sampai 19 April.

"Jadi, kalau harus menunggu Piala Presiden dulu terlalu singkat. Tentu ada aspek lain cuman detailnya memang internal kami. Tapi, ini betul-betul tidak ada tendensi apapun," Asep menjelaskan.

"Jadi, tidak ada kepentingan apapun tidak ada klub yang diuntungkan. Tapi aspek olahraganya, musim lalu dengan format yang hampir sama, kompetisi kami itu kompetitifnya luar biasa. Jarak antara juara dan degradasi sangat tipis. Sebetulnya itu hasil evaluasi kami juga, ada perubahan yang signifikan terjadi," kata dia.

"Kalau nantinya ada protes atau lain-lain silakan masih ada review sampai tanggal 19 April. Ini sebenarnya final draf, ada review tapi lebih fokusnya kepada klub mempersiapkan. Klub kan selalu nanya kapan jadwal kapan kepastian, persiapannya kan tidak cuman teknis saja, ada izin, bagaimana komersial dan lain-lain," Asep menjelaskan.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com