sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mei 2019 20:05 WIB

KPSN Ajak PSSI Duduk Satu Meja di Yogyakarta Enam Hari Lagi

Mercy Raya - detikSport
KPSN dan Viters, Sabtu (4/5/2019) di Hotel Bidakara (Mercy Raya/detikSport) KPSN dan Viters, Sabtu (4/5/2019) di Hotel Bidakara (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) berencana mengundang PSSI dalam pertemuan dengan voters pada 11 Mei 2019. Pertemuan akan digelar di Yogyakarta.

KPSN melakukan rapat bersama para voters di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (4/5/2018). Dari 85 voters yang diundang hanya sekitar 40 yang hadir, termasuk di antaranya perwakilan dari Sriwijaya FC dan PSMS Medan.

Dari hasil pertemuan, KPSN dan voters bersepakat selain untuk mendesak pertemuan dengan PSSI guna membahas agenda dari Kongres Luar Biasa (KLB), juga mengumpulkan kembali para voters.

"Pada hari ini tercatat 40 voters yang hadir. Kami semua berharap yang sama yaitu bisa mewujudkan KLB yang tertata, bersih, dan berjalan dengan baik. Pada dasarnya pertemuan hari ini adalah untuk diskusi, tidak ada agenda tersembunyi. Kami di sini adalah anggota-anggota yang memiliki aspirasi yang pada saat ini ketika ingin berdiskusi dengan PSSI merasa kesulitan," kata Presiden Klub Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, usai pertemuan.


"Dari diskusi hari ini banyak sekali pemikiran-pemikiran yang berharga. Salah satunya kami ingin buka jalan dialog dengan PSSI dan ingin berkumpul lagi bersama pada 11 Mei nanti. Juga mengumpulkan kembali voters-voters lebih banyak lagi dan kami ingin melihat apakah di pertemuan berikutnya apakah PSSI akan membuka diri dengan kami," dia menjelaskan.

"(Dalam arti) ingin KLB segera dilaksanakan dengan agenda-agenda yang efektif dan cepat yaitu pemilihan ketua dan Exco PSSI baru untuk menjunjung spirit kebersihan sepakbola," dia menambahkan.

Seperti diputuskan dalam rapat Exco PSSI bahwa federasi merencanakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 13 Juli. KLB, seperti disebut Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, memiliki tiga agenda utama, yakni menentukan merevisi statuta PSSI, kemudian mengubah kode pemilihan PSSI, dan yang ketiga memilih anggota baru untuk Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP). Sementara, Kongres untuk pemilihan ketua umum dilakukan 25 Januari 2020.

"Dari saya sebagai voters sebetuknya tak ada waktu ideal. Kami kembali ke statuta PSSI mereka memutuskan akan ada KLB pada 19 Februari, menurut statuta dalam 3 bulan harus dilaksanakan. Kalau merujuk itu 19 Mei, sementara ini 13 Juli baru mau bentuk KP. Berarti ini sudah lewat dari kongres yang mereka tetapkan. Bagi saya tidak ideal dan tidak sesuai statuta," kata Esti.

"Dan itu tidak ada pemilihan ketua umum dan Exco PSSI jadi tidak efektif lagi. Menurut saya usul saya segera dipercepat sesuai statuta dan jangan diundur-undur lagi," ujar dia.

Sementara itu, Sriwijaya FC mendukung penuh langkah yang dilakukan KPSN. Melalui Wakil Ketua Tim SAR Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, Laskar Wong Kito mengutarakan aspirasinya.

"Pertama kami dari Sriwijaya mendukung penuh sikap KPSN karena selama ini kami sangat menjunjung tinggi permainan fairplay. Jadi kalau melihat perjalanan PSSI sekarang, kami mendukung penuh gerakan KPSN untuk PSSI yang lenih baik ke depannya," kata Hendri.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com