sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 13:36 WIB

Kemenpora Minta BOPI Pastikan Empat Hal Sebelum Beri Rekomendasi Liga 1

Mercy Raya - detikSport
Gatot S Dewa Broto, sesmenpora (Rengga Sancaya/detikSport) Gatot S Dewa Broto, sesmenpora (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Kemenpora menerima laporan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait hasil sementara verifikasi Liga 1. Pemerintah mengingatkan BOPI untuk menghitung dengan cermat sebelum memberikan rekomendasi Liga 1 2019.

Laporan disodorkan langsung oleh Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera, dalam pertemuan dengan Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto di kantor Kemenpora, Rabu (8/5/2019). Kemenpora wanti-wanti agar tak ada lagi korban nyawa dari sepakbola, juga tunggakan gaji, hak siar, hingga detail lannya.

Gatot juga meminta agar BOPI melihat secara rinci soal kesehatan finansial klub, KITAS pemain asing, hingga soal keamanan. Apalagi, subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada kontetsan Liga 1 menurun. dibandingkan musim lalu.


"Jadi, saya sempat merinci bagaimana kesehatan keuangan masing-masing klub karena kemarin ada kejadian Sriwijaya (menunggak gaji pemain). Meski dibilang ada bentuk komitmen mereka, tapi itu bukan jaminan," kata Gatot kepada detikSport, Kamis (9/5/2019).

"Lalu soal Kitas, jangan sampai kita jatuh ke persoalan yang sama. Jangan sampai Kemenpora dan BOPI dianggap tidak aware soal itu," ujarnya kemudian.

Dia mencontohkan, pemain asing Persib Michael Essein yang diperiksa imigrasi karena tidak punya Kitas. Padahal PT LIB melalui direkturnya Berlinton Siahaan, sempat menjanjikan hal itu bakal beres. Tapi, liga berjalan Essein hanya punya KTA saja.

"Saya minta pastikan sampai tanggal 10 Mei atau H-2 kick off betul-betul Kitas selesai semua. Saya sudah kenyang janji-janji mereka (PT LIB). Jangan sampai kejadian itu terulang dan kami dianggap tak aware soal itu," Gatot menegaskan.

"Yang ketiga, adalah tentang hak siar. Tolong dipastikan jangan kejadian 2017 dan 2018 menimbulkan bully-an. Memang bukan kewenangan Kemenpora dan BOPI menentukan. Tapi, tolong dipastikan hak siarnya diberikan ke statiun televisi yang jaringannya luas. Jangan sampai mereka disibukkan, diacak dan sebagainyaa di daerah-daerah," ujarnya kemudian.

"Begitu soal keamanan. Mohon apa kata aparat kepolisian tolong didengarkan. Kalau diminta mundur bukan 15 Mei ya ikuti. Jangan melangkah sendiri," dua menambahkan.

Gatot menuntut hal tersebut karena dia tak ingin masalah-masalah yang terjadi Liga 1 2017 dan 2018 terulang di kompetisi tahun ini karena BOPI dianggap terlalu mudah memberikan rekomendasi. Sementara ketika Liga berjalan akan sulit untuk menghentikan.

"Pengalaman BOPI tak bisa menghentikan kalau ada pelanggaran. Jika kompetisi sudah berjalan itu sudah arus air bah yang bisa menghentikan hanya lah pembekuan.
Jadi, harus dipikirkan matang. Makanya, kami meminta BOPI untuk betul-betul memastikan sebelum memberikan rekomendasi itu," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com