sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 10 Mei 2019 19:53 WIB

One on One

RD Tentang Pelatih Lokal vs Asing di Liga 1

Yanu Arifin - detikSport
Rahmad Darmawan, pelatih PS TIRA Persikabo (Grandyos Zafna/detikSport) Rahmad Darmawan, pelatih PS TIRA Persikabo (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Rahmad Darmawan berbicara soal persaingan pelatih lokal dan asing di Liga 1 2019. Apa katanya?

RD menjadi salah satu pelatih lokal bertangan dingin di Indonesia. Dua gelar juara Liga Indonesia bisa ia persembahkan untuk Persipura Jayapura (2005) dan Sriwijaya FC (2007).

Belakangan, di Liga 1, prestasi pelatih lokal menurun. Sejak Djajang Nurjaman membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League, belum ada lagi pelatih lokal yang mengantar klubnya juara.

Pada 2015 dan 2016 kompetisi tak digelar karena Indonesia disanksi FIFA. Kemudian pada 2017, Bhayangkara FC juara di bawah arahan Simon McMenemy (Skotlandia) dan terakhir Persija Jakarta juara bersama Stefano Cugurra Teco (Brasil).


Capaian terbaik pelatih lokal baru sebatas menjadi runner-up pada 2017. Saat itu, ada Widodo Cahyono Putro yang mengantar Bali United menjadi runner-up di bawah Bhayangkara FC.

Di Liga 1 2019, dari 18 klub peserta, hanya enam tim menggunakan pelatih lokal, yakni Semen Padang (Syafrianto Rusli), Perseru Badak Lampung (Jan Saragih), PSIS Semarang (Jafri Sastra), PSS Sleman (Seto Nurdiyantoro), Persela (Aji Santoso) dan PS TIRA Persikabo dengan RD.

RD menilai, kualitas pelatih lokal seyogyanya tidak terlalu tertinggal dengan pelatih asing. Ia menyebut pelatih lokal cuma minim mendapat kesempatan dari klub-klub di Indonesia.

"Ini adalah dunia profesional, di mana dituntut setiap pelatih untuk terus mengupdate pengetahuan tentang ilmu sepakbola dan tentu saja ini tantangan besar untuk pelatih lokal dan saya pribadi," kata RD kepada detikSport.

"Sebenarnya, ini hanya soal kesempatan yang diberikan oleh klub kepada pelatih, kepercayaan. Kalau saya lihat kualitasnya, sebetulnya pelatih lokal tidak kalah kualitas," ujar RD yang diganjar predikat pelatih terbaik Copa Indonesia 2009 itu.

"Karena dari ilmu yang kami dapatkan dan kursus yang saya ikuti, semua pelatih mampu menerjemahkan dengan baik dan mampu menyerap ilmu kepelatihan dengan baik yang diberikan instruktur. Artinya, tinggal bagaimana memberikan kepercayaan dan kesempatan. Kalau itu ada dan bisa didapatkan mereka, saya yakin mereka akanb menjadi pelatih yang tidak akan kalah berprestasi dengan pelatih asing yang ada di Indonesia," dia menjelaskan.

Menarik menyaksikan kiprah pelatih-pelatih lokal di Liga 1 2019.

(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com