sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 31 Mei 2019 13:45 WIB

Butuh Biaya Besar, PSSI Pikir-pikir Gunakan VAR

Amalia Dwi Septi - detikSport
Anggota Komite Eksekutif PSSI, yang juga CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (Angling Adhitya Purbaya/detikSport) Anggota Komite Eksekutif PSSI, yang juga CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (Angling Adhitya Purbaya/detikSport)
Jakarta - PSSI mewacanakan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 2019. Tapi, biaya yang besar membuat rencana tersebut sulit terealisasi.

PSSI berencana menerapkan VAR di Liga 1 untuk memudahkan wasit dalam bekerja. Sebab, sejumlah wasit di pertandingan dinilai kerap melakukan keputusan kontroversial atau dianggap salah dalam mengambil keputusan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) merespons dengan menyebut deretan kendala penggunaan VAR di Liga 1. Mereka pun pesimistis VAR bsia diterapkan pada kompetisi musim ini.

Dalam prosesnya, PSSI bimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mewujudkannya. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Yoyok Sukawi, mengakui penggunaan VAR memerlukan biaya mencapai Rp 7 miliar. Jika itu dibebankan kepada masing-masing klub, Yoyok menilai tidak semua klub menyanggupinya.


"Banyak faktor yang harus dipikirkan. Salah satunya kompetisi ini banyak klub yang lokasinya saling berjauhan. Kalau misalnya kami bebankan kepada klub, artinya masing-masing klub harus punya perangkat itu dengan membeli VAR sendiri. Yang kami tahu harga perangkat lebih dari Rp 7 miliar sesuai regulasi FIFA," ujar Yoyok saat dihubungi pewarta, Jumat (31/5/2019).

"Mungkin tidak bisa segera, mungkin saja putaran kedua atau tahun depan. Siapa tahu nanti ada sponsor yang membantu memberikan dana sehingga bisa membeli VAR. Jadi masalahnya tidak semua mampu membeli VAR," kata Yoyok.

Bahkan, alat komunikasi yang sempat diwacanakan, dengan prediksi biaya yang lebih rendah, belum terwujud.

"Kami sudah ingin melontarkan wacana penggunaan alat komunikasi tapi ya bagaimana, masyarakat, pelaku sepakbola kami inginnya VAR. Sekarang VAR harganya sudah tahu, apa sanggup?" ujar Yoyok yang juga menjabat sebagai CEO PSIS Semarang itu.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed