sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 16:39 WIB

Target Juara Liga 1 2019 tapi Barito kok Melempem, Jacksen?

Amalia Dwi Septi - detikSport
Jakcsen F Tiago akan dievaluasi. (Reinhard Soplantila/detikSport) Jakcsen F Tiago akan dievaluasi. (Reinhard Soplantila/detikSport)
Jakarta - Mematok target juara di Liga 1 2019, tapi Barito Putera malah belum pernah menang dalam tiga laga perdana. Ada apa?

Barito mengisi papan bawah klasemen Liga 1 2019 dengan menempati posisi ke 17 setelah belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal. Laskar Antasari menuai dua kekalahan dan sekali imbang.

Laju itu pun dinilai akan membuat langkah Barito Putera untuk memenuhi target juara di tahun ketiga Jacksen sebagai pelatih Barito. CEO Barito, Hasnuryadi Sulaiman, tak mengisi Jacksen. Tapi, dia tetap mengevaluasi kinerja pelatih asal Brasil itu.


"Ya kalau memang tidak seperti yang kami harapkan ya mau tidak mau kan kami harus mencari solusi yang baru kan. Masa kami biarkan saja gitu, sedangkan kami kan ingin memberikan kebanggaan dan mengarumkan nama daerah kami kan melalui Barito Putera, kalau begini kan tidak membahagiakan namanya, apalagi tekanan suporter yang begitu besar kan," ujar Hasnur di kediamannya di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

"Tapi, sekali lagi, saya berharap ini jangan jadi beban buat Jacksen. Saya yakin Jacksen orangnya profesional, dia tahulah apa yang harus dia lakukan. Makanya, saya beri kesempatan dulu, apabila memang tidak seperti yang kami harapkan ya mau tidak mau kami harus mencari solusi yang lain," katanya.

Hasnur menilai sulitnya mengangkat performa Barito disebabkan beberapa alasan. Salah satunya adanya perombakan tim sehingga membutuhkan waktu untuk menyatu.

"Ya kan kemarin kami berharap begitu tahun kedua harusnya dipertahankan pemain-pemain sebagian besar dari pemain tersebut hanya di lakukan pergantian sedikit saja. Kan kemarin di bongkar tuh, di bongkar total kan, boleh dibilang kan pemain asing semuanya tidak dipertahankan, pemain-pemainya juga boleh dibilang yang muda-muda kan banyak yang baru juga. Jadi kami memang perlu waktu kalau menurut saya," ujar dia.

"Kemudian kemarin kan kami terkendala untuk mencari lawan bertanding akhirnya untuk benar-benar mengukur daripada mempersiapkan mental itu tidak ada kesempatan untuk itu, karena kan menghadapi Pilpres dan Pileg seperti itu kan. Kami beberapa kali sudah merencanakan pertandingan persahabatan tapi akhirnya gagal karena tidak dikeluarkan izin keamanannya," dia menjelaskan.

"Jadi, kalau menurut saya hal-hal tersebut yang menjadi evaluasi saya ya sebagai manajer kepada pelatih dan saya memberikan waktu untuk Jacksen untuk secepatnya mengangkat mental anak-anak dengan memberikan kemenangan. Nantinya, kalau misalnya tidak seperti yang kami harapkan ya harus kami evaluasi secepatnya," dia menjelaskan.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed