sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 24 Jun 2019 20:07 WIB

PSSI Syaratkan Calon Ketua Umum Tak Punya Kepentingan Politik

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: Hasan Al Habshy Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Bursa calon ketua umum PSSI memang belum dibuka. PSSI menggariskan agar mereka yang berminat tak memanfaatkan jabatan tersebut untuk kepentingan politik.

Kongres pemilihan ketua umum PSSI digelar pada Januari 2020. PSSI lebih dulu membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Sejumlah nama calon pun sudah mulai bermunculan, kendati bursa pencalonan belum resmi dibuka. Mantan Manajer Pelita Jaya, Rahim Soekasah, malah telah mendeklarasikan keinginannya untuk menjadi orang nomor satu di PSSI. Selain itu, muncul nama mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Mochammad Iriawan atau Iwan Bule, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan politisi PKB Mihaimin Iskandar.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Yunus Nusi, tak melarang sosok-sosok itu untuk maju sebagai calon ketua umum. Tapi, dia meminta agar mereka tak memanfaatkan PSSI sebagai kendaraan politik.


"Selama tidak ada kepentingan politik, bagi saya secara pribadi kami juga sudah pakat dengan Asprov Kalimantan Timur, kami tidak ingin pemilihan ketua PSSI hanya menjadi tumpangan politik saja, itu yang lebih dulu harus dihilangkan," ujar Yunus saat dihubungi, Senin (26/6/2019).

"Kalau mau jadi gubernur dan menteri janganlah mencalonkan diri di PSSI. Jangan jadi ketua PSSI lagi, capeklah kami, tidak usah lagi. Fokus kepada PSSI jangan ada lagi yang numpang lewat popularitas lalu pergi," dia menambahkan.

Sebelumnya Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memilih mengundurkan diri tak lama setelah dia terpilih menjadi Gubernur Sumatera Barat. Joko Driyono yang ditunjuk sebagai Plt Ketum PSSI belakangan terlibat kasus dugaan pengaturan skor.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed