sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 06 Sep 2019 14:40 WIB

Tertibkan Suporter Saja Sulit, Indonesia Pede Jadi Tuan Rumah Piala Dunia?

Amalia Dwi Septi - detikSport
Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia dan Malaysia diwarnai kerusuhan suporter. (Agung Pambudhy/detikSport) Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia dan Malaysia diwarnai kerusuhan suporter. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Kericuhan suporter di pertandingan Timnas Indonesia dan Malaysia dinilai menjadi poin negatif rencana menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 dan U-20 pada 2021. PSSI dinilai tak sanggup menertibkan suporter.

Indonesia menelan kekalahan 2-3 dari Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (5/9/2019) malam WIB. Di sela-sela laga, pertandingan sempat dihentikan karena kericuhan yang terjadi oleh suporter Indonesia.

Mereka turun ke lintasan atletik hingga terjadi kejar-kejaran dengan aparat keamanan. Kondisi itu bahkan berlanjut di luar stadion.

Pemerhati sepakbola Indonesia, Akmal Marhali, menilai insiden tersebut sudah sangat memalukan. Suporter sudah tak bisa dikendalikan sementara aparat terlihat tidak siap mengantisipasi keadaan. Padahal, Indonesia bersniat menjadi tuan rumah Piala Dunia.


"Yang pasti kami akan mendapatkan sanksi dari FIFA karena tidak mampu menertibkan penonton, banyak kelemahan. Salah satunya suporter Indonesia belum dewasa, apabila tidak mau dibilang kampungan dalam menyikapi pertandingan," ujar Akmal kepada detikSport, Jumat (6/9/2019).

"Yang kedua suporter kami masih bersikap semaunya, seperti raja, tanpa melihat risiko dan dampaknya. Lalu yang ketiga, Polisi kami juga belum bekerja sesuai SOP pertandingan. Mayoritas menonton pertandingan, bukan mengawasi penonton. Sehingga tampak tidak siap ketika terjadi chaos di lapangan (penonton turun ke lapangan atau melakukan aksi pengrusakan)," kata dia.

"Semalam saya melihat steward pertandingan di area santelban juga masih gagap. Tidak berwibawa dan tidak sigap. Pada gilirannya, mengundang suporter lain untuk turun lapangan karena tidak sikap. Ada rasa takut. Alhasil cuma jadi patung. Tidak kelihatan peran dan fungsinya. Cuma sekadar pakai seragam, tapi tidak tau apa yang harus dilakukan," Akmal menambahkan.

Akibat kejadian tersebut, hubungan kedua suporter Indonesia dan Malaysia makin memanas. Di media sosial, suporter Harimau Malaya ramai-ramai mendesak agar FIFA memberikan sanksi bahkan dibanned kepada Indonesia.

Akmal menilai FIFA sudah dipastikan memberikan hukuman. Tak sampai di-banned, hukuman kemungkinan berupa denda atau larangan menggelar pertandingan di kandang dengan penonton.

"Potensial banget akan didapat. Tapi hanya sebatas itu sanksi dari kejadian semalam," kata Akmal menambahkan.



Simak Video "Buntut Kerusuhan Suporter, Menpora Minta Maaf ke Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com