sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 17 Okt 2019 20:40 WIB

Ketum Baru PSSI Tak Boleh Ubah Program dan Struktur

Randy Prasatya - detikSport
Logo kantor PSSI. (Foto: Amalia Dwi Septi/detikSport) Logo kantor PSSI. (Foto: Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - PSSI bakal punya ketua umum baru pada November 2019. Nantinya, pemimpin baru federasi sepakbola Indonesia tak boleh mengubah program dan stuktur yang sudah ada.

Kongres PSSI untuk mencari ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif, akan digela pada 2 November 2019. Mahfudin Nigara, anggota Komite Banding PSSI menegaskan, ketum baru harus tanda tangani pakta intergritas terlebih dahulu.

"Itu pakta integritas. Setiap ketua umum harus taat statuta, yang terpilih nanti harus taat itu. Nah, kalau orang tidak paham terus mau bikin di luar itu bisa jadi kacau PSSI-nya," kata Nigara di kantor PSSI, FX Sudirman, Kamis (17/10/2019) sore WIB.

"Menurut saya standar saja. Tidak ada yang bakal membuat orang jadi bergidik. Kita harus sepakat orang yang mau jadi ketum pssi punya pakta integritas harus mau memajukan sepakbola indonesia," sambungnya.




Pakta integritas itu nantinya bakal menjadi bukti hitam di atas putih agar ketum baru PSSI tidak mengubah program dan struktur. Dalam hal ini struktur di kepengurusan PSSI terdiri dari ketua, wakil, sekjen, dan departemen-departemen lainnya.

"Program yang sudah dicanangkan dan berjalan jangan diubah tengah jalan karena tidak suka terus diubah. Jangan sampai seperti itu. Misalnya bikin struktur yang baru, tidak bisa. Normatif sajalah menurut saya. Dulu namanya bukan pakta integritas, kesepakatan saja namanya," tegasnya.

Simak Video "Harapan FIFA pada PSSI di Kepemimpinan Iwan Bule"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com