sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 30 Okt 2019 01:44 WIB

Ketemu Menpora, PSSI Pastikan Piala Dunia U-20 Didukung Pemerintah

Mercy Raya - detikSport
Perwakilan Menpora dan PSSI usai bertemu di Kantor Kemenpora, Selasa (29/10/2019). (Foto: Mercy Raya/detikSport) Perwakilan Menpora dan PSSI usai bertemu di Kantor Kemenpora, Selasa (29/10/2019). (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - PSSI sudah bertemu dengan Menpora Zainudian Amali untuk membahas gelaran Piala Dunia U-20 2021. Federasi memastikan telah mengantongi restu pemerintah.

Indonesia resmi menggelar Piala Dunia U-20 2021. Tak pakai lama, PSSI langsung menemui Menpora guna membahas persiapannya.

Bertempat di Kantor Kemenpora, Selasa (29/10), PSSI diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianto dan Sekjen Ratu Tisha Destria, menemui Menpora Zainudin Amali selaku perwakilan pemerintah. Selama dua jam, kedua stakeholder olah raga tanah air itu fokus membahas gelaran Piala Dunia U-20 2021.


"(Pertemuan) Kami (bersama dengan Menpora) fokus Piala Dunia karena ini event besar yang Indonesia dapatkan. Ini merupakan hal yang kami anggap serius karena AFC berkomunikasi setiap hari dan menanyakan progres persiapan PSSI dan Pemerintah sampai mana. Jadi, kami bergegas untuk persiapan Piala Dunia ini," ujar Tisha menjelaskan.

Iwan menambahkan, gelaran Piala Dunia U-20 2021 sendiri dipastikan telah direstui pemerintah. Ia menilai, garansi dari pemerintah ini nantinya akan memuluskan persiapan yang akan dilakukan.

"Kami juga menyampaikan kepada Menpora, selain berterimakasih atas dukungan Presiden yang luar biasa, juga salah satunya kami akan melakukan komitmen-komitmen dengan negara ASEAN," ujar Iwan.

"Sebab awalnya di ASEAN, tidak hanya kami yang maju, tetapi ada negara lain yang mengajukan bidding. Kemudian mereka bersama negara Asia lain, seperti Qatar, Bahrain, Jepang, untuk sama-sama mendukung Indonesia memenangkan penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20."


"Saya kebetulan tahun 2009 menjadi salah satu anggota proses pengajuan tuan rumah Piala Dunia 2022. Waktu itu kami berhenti di step ketujuh, yang namanya Goverment Guaranteed, karena waktu itu pemerintah berpikir tidak mudah untuk membangun fasilitas dan lain sebagainya. Tahun ini, step itu ditandatangani sangat cepat oleh Presiden Jokowi beserta beberapa kementerian," jelasnya.

"Jadi saya melaporkan ke Menpora, juga PSSI, dalam hal ini berterima kasih juga yang luar biasa kepada Pak Presiden, kepada Pemerintah kepada Menteri-Menteri yang terkait. Karena tanpa Goverment Guaranteed itu, kami tidak akan bisa. Jangan ditunjuk sebagai tuan rumah, tapi mencapai step selanjutnya saja kami tidak bisa," mantan CEO Arema itu menjelaskan.


Dari pihak Kemenpora, pemerintah langsung memberikan arahan kepada PSSI terkait tahapan yang harus dilakukan. Diwakili Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, pihaknya juga akan langsung bergegas berkoordinasi dengan pihak lainnya.

"Misalnya renovasi stadion, pajak, tenaga kerja asing, dan lain sebagainya, itu kan urusan pemerintah. Bahkan ada info, Kamis pekan ini, kami diundang Kepala Badan Kebijakan Fiskal karena Menteri Keuangan salah satu yang menandatangani Goverment Guaranteed, jadi kami harus bergerak cepat," kata Gatot.

"Bayangkan, Keppresnya belum keluar, Inpresnya belum keluar, tapi Kementerian Keuangan cepat sekali bergeraknya," ujar Gatot.

Simak Video "Pesan Jokowi ke Menpora Baru: Sepakbola!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com