sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 17:36 WIB

PSSI Akan Laporkan Malaysia ke FIFA Terkait Insiden di Bukit Jalil

Putra Rusdi K - detikSport
Iwan Bule menegaskan akan melaporkan Malaysia ke FIFA akibat pelemparan flare di Bukit Jalil (Foto: Ari Saputra) Iwan Bule menegaskan akan melaporkan Malaysia ke FIFA akibat pelemparan flare di Bukit Jalil (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Ketua PSSI, Iwan Bule, mengatakan akan melaporkan Malaysia ke FIFA. Hal tersebut dilakukan terkait insiden kedua suporter di Stadion Bukit Jalil.

Laga Malaysia vs Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil menghadirkan beberapa insiden yang melibatkan kedua negara. Saat laga berlangsung sempat terjadi aksi saling lempar flare.

Situasi semakin memanas di luar stadion. Beredar video suporter Malaysia melakukan pengeroyokan terhadap suporter Indonesia di wilayah Bukit Bintang.



Suporter Indonesia bernama Fuad Naji dan seorang temannya mendapat perlakuan tidak terpuji dengan dipukuli dan dinjak-injak oknum suporter Harimau Malaya. Iwan mengutuk keras tindakan suporter Malaysia tersebut.

Pihak PSSI kini terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia agar kasus pengeroyokan ini di usut tuntas oleh pemerintah Malaysia. Untuk insiden pelemparan flare, PSSI menegaskan bakal melaporkan Malaysia ke FIFA.

"Saya sebagai ketua PSSI mengutuk keras tindakan oknum suporter Malaysia. Saya meminta insiden ini diusut tuntas oleh pemerintah Malaysia," ujar Iwan Bule saat dihubungi detikSport via telepon.

"Kami PSSI juga akan mengirim laporan ke FIFA terkait pelemparan flare pendukung Malaysia ke tribune suporter Indonesia. Kami sudah berkomunikasi dengan FIFA dan sudah mengirimkan video dari kejadian tersebut."

"Mereka awalnya yang memulai melakukan pelemparan flare ke tribun pendukung Indonesia. Hal tersebut yang memicu kedua suporter saling lempar flare."

Banyak pihak kini berharap Malaysia memberikan permintaan maaf ke Indonesia akibat insiden ini. Namun Iwan menegaskan enggan memohon kepada Malaysia untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya yang terpenting adalah kasus ini harus diproses secara tuntas.

"Untuk permohonan maaf, kami tak akan meminta kepada Malaysia. Sebagai bangsa kalau itu adalah sesuatu yang salah, ya seharusnya meminta maaf," tegasnya.

"Yang terpenting terkait kasus pidana, Pemerintah Malaysia harus mengusutnya hingga tuntas."



Simak Video "Keok Lagi, Mimpi Skuat Garuda Tampil di Piala Dunia 2022 Suram"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com