sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 30 Nov 2019 17:37 WIB

Egy Maafkan Pemain Singapura yang Bikin Ulah di SEA Games

Bayu Baskoro - detikSport
Egy Maulana Vikri mendapatkan gangguan dari pemain Singapura saat Timnas Indonesia vs Singapura di SEA Games 2019. (Grandyos Zafna/detikSport)
Manila -
Egy Maulana Vikri memaafkan Suzliman Muhammad Zulqarnaen, pemain Singapura yang menendang kakinya di SEA Games 2019 Filipina. Mereka berkomunikasi via Instagram.

Pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 dan Singapura, Kamis (28/11/2019), diwarnai keributan pemain kedua tim pada menit-menit akhir laga. Insiden itu berawal kala Egy tengah mempertahankan bola di sudut lapangan menghadapi dua pemain The Young Lions, hingga ia terjatuh.

Ketika Egy masih terduduk, Zulqarnaen malah menendang bola dan kaki pemain berusia 19 tahun itu. Egy tak terima dan pecahlah keributan di antara kedua tim.

Akibat insiden itu, Zulqarnaen mendapatkan teror dari pendukung Indonesia di sosial media setelah pertandingan. Pemain berusia 21 tahun itu lantas meminta maaf kepada Egy melalui pesan langsung di Instagram.


"Salam Egy, ini aku yang menendang bola ke kamu. Aku tak ada niat untuk mencederakan kamu, aku harap kamu mau memaafkanku dan kita tinggalkan yang terjadi di lapangan. Saya harap kamu sukses selalu dan berjuang terus di SEA Games," kata Zulqarnaen via akun @Zulqarnaenn

"Aku harap kamu bisa membalas pesan ini dan kita bisa meredakan situasi ini," dia menambahkan.

Egy Maafkan Pemain Singapura yang Provokasi Ribut-Ribut di SEA GamesFoto: Instagram

Egy pun membalas pesan yang dikirimkan Zulqarnaen itu. Ia mengaku tidak dendam kepadanya dan berharap pemain Singapura itu juga sukses di SEA Games.

"Santai saja bro buat saya itu bukan masalah, hal itu biasa di dalam lapangan bro setelah itu kita kembali bersahabat. Tenang bro saya tidak ada dendam dan masalah dengan kamu, semoga kamu sukses terus bro," kata Egy lewat akun @egymaulanavikri.

Selain permintaan maafnya ke Egy, Zulqarnaen juga mengunggah foto dirinya tengah bermain menghadapi Indonesia. Ia memberikan kutipan jika sepakbola seharusnya jadi ajang menjalin teman, bukan tempat untuk rasisme dan ancaman pembunuhan.

"Sepakbola membantu kita menjadi teman, jangan merusaknya. Saya minta maaf atas tindakan saya tetapi tidak ada tempat untuk rasisme dan ancaman kematian di sepakbola. Apa yang terjadi di lapangan hanya berlaku di lapangan," dia menuliskan.



Simak Video "Hadapi Final, Timnas U-22 Hari Ini Fokus Pemulihan"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com