Penghentian Liga Indonesia Berisiko, PSSI Jangan Sampai Lepas Tangan

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 23 Mar 2020 13:00 WIB
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman, secara resmi melantik kepengurusan PSSI yang diketuai oleh Mochamad Iriawan yang berlangsung dikantor KONI, Jakarta, Senin (24/2/2020). Kepengurusan PSSI yang baru dilantik ini berlangsung hingga tahun 2023.
PSSI harus pikirkan dampak dari penghentian kompetisi sepakbola di Indonesia. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Shopee Liga 1 dan Liga 2 telah diberhentikan sementara waktu. PSSI diharapkan nantinya tak lepas tangan atas masalah keuangan klub.

Keputusan penghentian aktivitas sepakbola di Indonesia telah dibuat oleh PSSI. Belum tahu sampai berapa lama kompetisi vakum demi mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Langkah yang diambil PSSI tak lepas dari mengikuti arahan pemerintah pusat. Nantinya hal ini bakal memiliki efek domino dari perubahan jadwal sampai masalah keuangan klub.

Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi, memberi dukungan penuh dengan keputusan PSSI. Tapi, dia juga tak ingin PSSI nantinya lepas tangan atas segala risiko yang timbul.

"Yang pasti liburkan saja semua kegiatan sepakbola. Semua kegiatan perkantoran juga sudah dihentikan sementara," kata Achsanul.

"Ketua Gugus tugas sudah menyampaikan KLB (Kejadian Luar Biasa) sampai 29 Mei. Ikuti saja saran pemerintah," sambungnya.

"Terkait biaya ditanggung klub selama libur, sebaiknya seragam dan diputuskan PSSI. Yang pasti durasi kontrak tidak berubah dan pemain menerima kontrak penuh walaupun tertunda," tegasnya.

Shopee Liga 1 2020 saat ini baru berjalan sampai pekan ketiga. Untuk Liga 2 2020 baru berlangsung satu pekan.



Simak Video "Respons Ketua Asprov PSSI Jateng yang Disanksi soal Sertifikat Wasit"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/krs)