sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 11:39 WIB

Benturan Fatal Eri Irianto, Duka Persebaya di Tanggal 3 April

Muhammad Robbani - detikSport
Eri Irianto Dua dekade lalu, Eri Irianto gugur saat membela Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta. (Foto: dok.Instagram @pemerhatisejarahpersebaya_)
Jakarta -

3 April menjadi hari yang kelam dalam sejarah Persebaya Surabaya. Gelandang andalan mereka, Eri Irianto, meninggal di tengah laga Bajul Ijo pada tanggal itu.

Eri tengah menikmati masa emasnya sebagai pemain profesional. Usianya baru 26 tahun dan menjadi andalan untuk tim besar sekelas Persebaya.

Jumat (3/4/2020) ini, menandakan peristiwa itu telah berlalu 20 tahun atau dua dekade. Eri menjadi korban memilukan dari benturan antar-pemain yang kerap terjadi dalam pertandingan sepakbola.

Pria asal Sidoarjo tampil membela Persebaya yang tampil melawan PSIM Yogyakarta di Liga Indonesia 1999/2000 atau Ligina VI. Laga terselenggara di Stadion Tambaksari, Surabaya, sore hari.

Pertandingan nampak berjalan sebagaimana biasanya. Sampai akhirnya terjadi benturan antara Eri dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Eri memberikan isyarat untuk ditarik keluar dan permintaan itu dikabulkan dengan masuknya Nova Arianto. Eri pun dilarikan ke RSUD DR Soetomo.

Setelah menjalani berbagai perawatan, Eri akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit. Tak ada yang mengira benturan itu bakal berakibat fatal.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com