Soal Posisi Sekjen PSSI, Exco Anggap Waketum Sudah Bikin Gaduh

Randy Prasatya - Sepakbola
Rabu, 15 Apr 2020 15:18 WIB
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Pemilihan Ketua Umum PSSI dilaksanakan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan PSSi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Iwan Bule didampingi dua orang wakil yaitu Cucu Sumantri dan Iwan Budianto.
Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Haruna Soemitro menyayangkan pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri terkait pengganti Sekjen PSSI. Menurut salah satu Exco PSSI itu, Cucu sudah buat blunder.

Ratu Tisha Destria sudah melepas jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Kekosongan posisi tersebut sempat disebut Cucu digantikan oleh Wakil Sekjen, Maaike Ira Puspita, yang merupakan adik ipar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Info yang disampaikan Cucu sempat menjadi perdebatan. Sehari berselang, Cucu meralat ucapannya dan menegaskan bahwa ada mekanisme yang harus dilalui untuk menetapkan pengganti Tisha.

Haruna, selaku anggota Exco PSSI, bereaksi atas ucapan Cucu. Dia menilai Cucu tak boleh lagi membuat pernyataan yang terkesan menjadi keinginan ketua umum.

"Waketum jangan terulang lagi membuat statement yang seakan akan atas perintah Ketum PSSI. Seorang waketum seharusnya sudah tahu dan paham tentang Statuta PSSI. Jangan membuat statement yang dapat menjadi blunder pemberitaan dan menjadi kontra opini," kata Haruna.

Mengacu pada statuta PSSI 2019 pasal 61 pemilihan sekjen harus dilakukan transparan. Aturan ini terbilang baru dibandingkan dengan pemilihan Sekjen PSSI sebelumnya.

Aturan lainnya adalah Sekjen PSSI tidak diperbolehkan menjadi delegasi Kongres PSSI atau anggota dari badan PSSI. Selain itu, sekjen memimpin anggotanya di bidang kesekretariatan.

"Posisi sekjen bisa dibilang sebagai ujung tombaknya PSSI. Dia harus menguasai sejumlah bidang di antaranya memelihara rekening keuangan PSSI dan menjaga hubungan baik antara anggota PSSI dan antar federasi. Dengan demikian jelas Sekjen PSSI harus memiliki pengetahuan luas dan pandai berkomunikasi," Haruna menegaskan.

Dalam pasal 61 setidaknya ada 10 poin yang menjadi tanggung jawab seorang Sekjen PSSI, yaitu;

A. Melaksanakan Keputusan yang disahkan oleh Kongres PSSI dan Komite Eksekutif sesuai dengan arahan dari Ketua Umum.
B. Menghadiri Kongres PSSI dan rapat yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif, Komite Tetap serta Komite Ad-Hoc.
C. Mengatur penyelenggaraan Kongres PSSI dan pertemuan Komite Eksekutif dan Badan-Badan lain.
D. Menyusun Berita Acara Rapat pada Kongres PSSI, Komite Eksekutif, Komite Tetap dan Komite Ad-Hoc.
E. Mengelola dan memelihara rekening bank PSSI dengan sebaik-baiknya.
F. Surat menyurat atau korespondensi resmi PSSI.
G. Menjaga hubungan baik dengan Anggota PSSI, Asosiasi Provinsi PSSI, Asosiasi Kabupaten, Asosiasi Kota, Komite-Komite, FIFA, AFC dan AFF.
H. Mengatur Kesekretariatan Jenderal.
I. Pengangkatan dan pemberhentian staf yang bekerja di Sekretariat Jenderal tanpa campur tangan pihak luar.
J. Mengusulkan staf untuk membantu Ketua Umum kepada Ketua Umum.



Simak Video "Ratu Tisha Mundur dari Jabatan Sekjen PSSI"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/krs)