sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 10 Mei 2020 21:40 WIB

Egy Maulana Jelaskan Perbedaan Sepakbola di Indonesia dan Polandia

Mercy Raya - detikSport
Egy Maulana Vikri tampil bersama Lechia Gdansk di laga vs Wisla Krakow Menurut Egy, fasilitas sepakbola di Polandia terbilang lengkap. Foto: twitter.com
Jakarta -

Egy Maulana Vikri masih berada di Polandia bersama Lechia Gdansk. Dia pun menceritakan perbedaan antara fasilitas sepakbola di Indonesia dan tempatnya berkarier saat ini.

Egy sudah bersama Lechia sejak 8 Juli 2018. Selama hampir dua tahun di sana, pemain binaan SKO Ragunan itu mendapatkan pengalaman berbeda.

Salah satu yang ia soroti yakni ketersediaan kompetisi hampir di semua kelompok umur dan fasilitas untuk sepakbola. Meski kalah favorit dibandingkan cabang ski, namun sepakbola di Polandia cukup maju dan lengkap.

"Menurut saya kompetisi karena di sini (Polandia) mulai liga 1, 2, 3 4, kayak benar-benar teratur. Mereka juga punya liga junior mulai dari U-20, U-19, U-18, U-16," kata Egy dalam bincang-bincang dengan Menpora Zainudin Amali di live Instagram @Kemenpora, Minggu (10/5/2020) sore.

"Lalu di timnas mereka juga punya segala kelompok usia dan kompetisi itu yang membuat mereka lebih gampang mencari pemain-pemain yang tidak diketahui. Di Indonesia sendiri kan banyak pemain yang lebih bagus dari saya di pelosok-pelosok," lanjutnya seperti dikutip detikSport.

Pemain asal Medan itu juga menyebut perbedaan fasilitas latihan dan stadion di Polandia.

"Jadi kami kalau mau latihan sudah di campnya, sementara itu tempat untuk mainnya, stadionnya beda. Karena itu, rumput stadion tetap terjaga karena hanya dimainkan sekali dan fasilitasnya juga lengkap. Itu sih, karena kompetisi yang bagus bakal banyak pemain yang bagus muncul," ujarnya.

Meski secara fasilitas dan kompetisi berbeda, Egy mengungkapkan ada kesamaan sepakbola Indonesia dengan Polandia.

"Menurut saya, pola latihan umumnya sama. Mereka ada jadwalnya, minggu ini berat, pekan depan karena sudah masuk masa kompetisi jadi ringan. Cuma ya kalau untuk itu (pola latihan) tergantung pemainnya," dia menjelaskan.

"Banyak pemain di sini yang merasa latihannya kurang berat sehingga menambah sendiri. Tapi kalau sudah masuk masa masuk preseason, seperti sekarang saya masuk masa itu, jadi latihan lagi berat-beratnya. Bisa satu hari dua kali latihan pagi-sore. Jadi mental dan fisiknya harus kuat," kata pemuda 19 tahun itu.



Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com