sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 19 Mei 2020 17:00 WIB

Kiper Liga 2 Terlibat Peredaran Narkoba, PT LIB dan PSSI Ikut Disorot

Muhammad Robbani - detikSport
BNNP Jatim menangkap eks pesepakbola dan pemain Liga 2 pengedar sabu. Ada pemain terlibat peredaran narkoba disebur menjadi bukti kegagalan sistem PT Liga Indonesia Baru. (Foto: detikcom/Deni Prastyo Utomo)
Jakarta -

Pelaku sepakbola terlibat dalam peredaran narkoba. Hal itu disebut akibat sistem di PT Liga Indonesia Baru tak berjalan baik.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengungkap kasus peredaran narkoba. Tiga dari empat pelaku berkaitan dengan sepakbola.

Mereka adalah M Choirun Nasirin (kiper PS Hizbul Wathan), Eko Susan Indarto (eks Persela Lamongan), dan Dedi A Manik (wasit Liga 2). Satu tersangka lagi Novin Ardian merupakan sopir Dedi A Manik). Keempatnya terlibat dalam home industry sabu.

Dedi A Manik adalah produsen dan pengedar sabu. Sementara Choirun dan Eko Susan adalah pembeli dan mengaku sudah melakukan transaksi sebanyak dua kali.

Terlibatnya pesepakbola diduga kuat lantaran kesulitan ekonomi. Sebagaimana diketahui, kompetisi nasional rehat sejak akhir Maret 2020 dan gaji pemain serta ofisial dipotong menjadi maksimal 25 persen saja.

Pengamat olahraga nasional, Hifni Hasan, mengamini hal itu. Ia prihatin dengan situasi pandemi COVID-19 yang membuat pesepakbola gelap mata dalam kondisi sulit.

"Saya prihatin dengan kejadian ini apalagi di masa COVID-19, semua orang tak berpikir rasional lagi. Kesulitan keuangan klub ini dampaknya ke atlet sepakbola," kata Hifni Hasan kepada detikSport.

Hifni Hasan juga mengungkit konflik internal PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ketidakharmonisan para pengurus sepakbola membuat hilangnya kepercayaan, termasuk dari pesepakbola.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com