sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 01 Jul 2020 18:00 WIB

Persebaya dan Suporternya Kompak Tolak Shopee Liga 1 2020 Lanjut

Muhammad Robbani - detikSport
Menpora Zainudin Amali (keempat kiri) didampingi Ketua PSSI Mochammad Iriawan (keenam kiri) dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri (kedelapan kiri) menyalami pesepak bola Persebaya Surabaya saat pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. Persebaya Surabaya dan suporternya menolak Shopee Liga 1 dilanjutkan. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Persebaya Surabaya dan salah satu kelompok suporternya, Green Nord 27, mengambil sikap soal Shopee Liga 1 2020. Mereka tegas menolak kompetisi dilanjutkan.

Ada dua sikap terkait keputusan PSSI yang diputuskan pada rapat Komite Eksekutif (Exco), pada Rabu (17/6/2020). Disebutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjut pada September atau Oktober. Keputusan teranyar kompetisi dilanjut Oktober mendatang.

Green Nord menyayangkan keputusan PSSI di tengah pandemi virus corona yang belum mereda. Apalagi Jawa Timur juga dalam kondisi gawar karena kasus penularan virus Corona yang tinggi.

"Bukan boikot sih, tapi lebih tak sepakat dengan kebijakan PSSI di masa pandemi seperti ini. Green Nord kopdar (Kopi Darat) rapat virtual dengan 150 orang dan menghasilkan poin-poin yang sudah dibagikan di Instagram itu," kata Juru Bicara Green Nord, Husin Ghozali, kepada detikSport.

[Gambas:Instagram]

"Fokus utamanya adalah masalah kesehatan. Nggak bijak lah dalam kondisi seperti ini federasi masih melanjutkan mau liga," ujarnya menambahkan.

Ditambahkannya, Green Nord juga menyoroti ketidakjelasan format kompetisi, lokasi, hingga regulasi. Dalam Surat Keputusan (SK) terbaru PSSI, memang baru disebutkan kepastian kelanjutan kompetisi.

Waktu penyelenggaraannya pun masih tentatif, yakni antara September dan Oktober. Wacana-wacana format kompetisi seperti home tournament atau full kompetisi seperti sebelumnya juga belum diputuskan.

"Formatnya juga belum jelas, melanjutkan yang kemarin atau memulai baru. Kalau melanjutkan, ngapain? kan baru tiga pertandingan. Kalau di Eropa sudah mau selesai, lah ini baru tiga pekan kok dipaksakan," tutur Husin Ghozali.

"Ada juga kabar memulai baru dengan format home tournament. Artinya ya turnamen dan tak ada degradasi ini menjadi tanda kutip. Ada apa ini olahraga tanpa degradasi bisa-bisa sebagai hiburan saja tak ada gregetnya, jadi terkesan mengejar target saja buat sponsor" ucapnya.

Pria yang lebih akrab disapa Cak Cong itu khawatir dengan antusiasme besar bonek terhadap Persebaya. Ia berkaca dari kasus sebelumnya dimana Bonek tetap menghadiri laga saat Bajul Ijo dihukum larangan dihadiri penonton.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com