Dokter Persija: Tiap Negara Punya Kebutuhan Nutrisi yang Berbeda

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 27 Agu 2020 16:30 WIB
Persija Jakarta menjamu PSM Makassar di leg pertama Final Piala Indonesia. Macan Kemayoran berhasil mengalahkan PSM 1-0.
Ryuji Utoma, salah satu pemain Persija Jakarta uang yang mengatur menu makan dengan baik. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Dokter Persija Jakarta Donny Kurniawan menyebut tiap negara punya kebutuhan nutrisi makanan berbeda. Itu berlaku buat atlet yang pola makannya sedang disorot.

Isu makanan tak sehat tengah menjadi bahasan karena kebiasaan pemain-pemain sepakbola Indonesia yang biasa diperlihatkan di media sosial. Kemudian, muncul pula Hansamu Yama yang justru terang-terangan menunjukkan hal itu.

Terkait hal itu, Donny Kurniawan angkat bicara. Menurutnya, tak melulu pola makan sehat ala atlet dari luar negeri cocok buat atlet/pemain sepakbola Indonesia.

"Nutrisi yang bagus itu sebenarnya tergantung budaya, kita selalu terjebak dengan budaya ke barat-baratan. Seakan-akan, orang bilang makan rebus-rebusan dada ayam itu yang terbaik. Tiap negara, ada kebiasaan pola makan yang berbeda, contohnya di negara luar terbiasa makannya kentang kalau kita nasi," kata Donny Kurniawan kepada wartawan.

"Makanan yang sehat adalah makanan yang mampu menopang aktivitas kita. Kalori yang kita dapat cukup, bukan yang masuk itu kalori kosong. Kalori kosong itu kayak makanan ringan," ujarnya menambahkan.

Ia juga menilai bahwa makanan pedas tak selamanya berbahaya buat atlet. Namun pandangan itu jelas berbeda buat orang luar yang tak terbiasa makan makanan pedas.

"Miss persepsi lagi adalah masalah pedas, orang luar tidak terbiasa dengan makanan pedas, jadi kalau mereka makan pedas, sekali makan pedas itu sensitif dan kebudayaan itu dibawa ke Indonesia," tuturnya.

"Kebudayaan makan pedas kan sudah dari kita kecil, terus kita larang makan pedas? Ada hal yang lebih menakutkan, atlet itu kadang malah tidak mau makan. Ketika dia tidak mau makan dia tidak memiliki kalori yang cukup itu bukannya lebih seram?" ucapnya.

Meski begitu, ia mengakui mengonsumsi fast food bisa berdampak buruk buat atlet. Hal itu terkait kandungan lemak dalam fast food yang melebihi kadar wajar buat dikonsumsi atlet.

Terkait hal itu, Donny Kurniawan mengaku bahwa Persija Jakarta punya aturan khusus. Akan ada peringatan dari tim dokter ketika ditemukan pemain yang mengonsumsi lemak berlebih.

"Makan gorengan fast food, atau segala macamnya, nah itu kadar lemak yang masuk itu terlalu banyak. Sedangkan kalau makanan itu kan lemak itu maksimal 20-25 persen dari total makanan kita sehari-hari," tutur pria yang biasa disapa Docbro itu.

"Kalau mereka (pemain Persija) lemaknya di atas 18 persen, itu sudah tanda merah dan wajib mengatur pola makan dan mengatur komposisi lemaknya. Kalau lemaknya di bawah 18 persen agak longgar, tapi protein juga harus diperhatikan lagi, karena itu penting untuk masa otot pemain, karena itu yang menjaga mereka dari cedera," ujarnya menjelaskan.

(cas/krs)