Shopee Liga 1 Bentrok Agenda Timnas Indonesia Hingga Piala Dunia U-20?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 11 Nov 2020 18:45 WIB
Logo Shopee Liga 1
Shopee Liga 1 bentrok dengan agenda Timnas Indonesia hingga Piala Dunia U-20? (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Shopee Liga 1 direncanakan lanjut Februari hingga Juli 2021. Jadwal kompetisi akan berbarengan dengan Piala AFF, Piala Asia U-19, hingga Piala Dunia U-20 2021?

Keputusan melanjutkan kompetisi diambil oleh PSSI dan direncanakan akan berlangsung lintas tahun. Titel musim kompetisi pun berubah dari 2020 menjadi Shopee Liga 1 2020/2021.

Di satu sisi, banyak agenda Timnas Indonesia dari berbagai kelas usia mulai Timnas Indonesia U-16, U-19, hingga senior. Turnamen yang dimaksud adalah Piala Asia U-16, Piala Asia U-19, Piala AFF, Kualifikasi Piala Dunia 2022, hingga Piala Dunia U-20.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana siasat PT LIB terhadap potensi kompetisi berjalan berbarengan dengan berbagai agenda itu. Apakah kompetisi akan tetap lanjut saat berbagai turnamen itu berlangsung?

"Kalau opini saya pribadi, pada saat AFF, Indonesia kan nggak selalu jadi tuan rumah. Mungkin ada penundaan saat Indonesia main jadi tuan rumah atau ketika bermain di negara lain," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (10/11/2020).

"Timnas Indonesia kan nggak main setiap hari juga di Piala AFF. Kalau Piala Dunia baru itu baru nggak bisa diganggu karena pesta sepakbola Indonesia. Kami akan mencari cara jangan sampai bentrok (dengan Piala Dunia U-20)," ujarnya menambahkan.

Terkait potensi cuma menunda Shopee Liga 1 di tengah Piala AFF juga berpotensi mendapat protes dari klub. Bagaimanapun, beberapa klub pastinya tetap kehilangan pemain selama gelaran itu berlangsung.

Terkait hal itu, PT LIB mengharapkan pengertian semua pihak. PT LIB berharap kompetisi tetap berjalan lancar dan fokus mereka saat ini adalah mencari jalan keluar demi kebaikan bersama.

Bisa saja pembatasan pemanggilan maksimal sebanyak dua pemain seperti di Piala AFF 2016. Soal ini, PT LIB enggan berspekulasi.

"Kewajiban klub kan mengirim pemain ke timnas. Saya harap ada win-win solution antara timnas dan klub. Operator jalankan saja yang diperintahkan regulator. Masih bisa dibicarakan," tutur pria 55 tahun itu.

"Ini extraordinary competition. Kalau pemain dipanggil, masih ada pemain pelapisnya. Toh nggak ada degradasi juga kan," ucapnya.



Simak Video "Hadapi Persib Bandung, PSM Makassar Bawa 23 Pasukan"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/pur)