sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 11 Nov 2020 19:00 WIB

'Mengurus Sepakbola Indonesia Susah-susah Menyenangkan'

Muhammad Robbani - detikSport
Persita Tangerang vs PSM Makassar digelar di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang, Jumat (6/3/2020). Laga berakhir dengan skor 1-1. 'Mengurus Sepakbola Indonesia Susah-susah Menyenangkan' (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita adalah sosok baru di sepakbola. Belum lama menjabat, langsung ada banyak masalah yang terjadi.

Akhmad Hadian resmi ditunjuk PT LIB sebagai Dirut melalui proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada pertengahan Juni lalu. Ia menggantikan posisi kosong yang ditinggal Cucu Somantri karena mengundurkan diri.

Tak banyak yang mengetahui kiprah Akhmad Hadian di dunia sepakbola sebelum terjun ke PT LIB. Ia pun mengakui bahwa ini adalah pengalaman pertamanya.



Ketimbang sepakbola, Akhmad Hadian lebih akrab dengan Formula One hingga baseball. Pria berusia 55 tahun pernah menjalani Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXII tahun 2019 di Lemhannas RI.

Masa studinya di Lemhannas juga berbarengan semasa Mochamad Iriawan masih menjabat sebagai Sekretaris Utama di sana. Mochamad Iriawan sebagaimana diketahui adalah Ketua Umum PSSI saat ini.

Belum lama menjabat di PT LIB, ia langsung berhadapan dengan masalah klasik kompetisi sepakbola Indonesia. Shopee Liga 1 2020 tak kunjung bisa digelar karena izin penyelenggaraan tak diberikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Tertundanya kompetisi bukan hal baru di sepakbola Indonesia dalam kaitannya dengan perizinan karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Akhmad Hadian pun merasakan betapa sulitnya mengurus sepakbola Indonesia.

"Di luar ekspektasi pasti ya, apalagi nggak ada teorinya bagaimana cara menjalankan sepakbola. Saya banyak belajar dari orang-orang lama di LIB. Saya ingin mendapat informasi dari sepakbola, itu juga yang membuat saya tertarik," kata Akhmad Hadian saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (10/11/2020).

"Bicara sepakbola, tak lepas dari bicara bisnis besar karena ini cabang olahraga paling banyak fans, banyak industri yang jalan. Tetapi industrinya harusnya lebih besar dari sekarang jika dikelola dengan benar," ujarnya menambahkan.

"Jangan ada conflict of interest. Ini tempat belajar, semakin saya belajar, semakin saya merasa kemampuan saya ini kurang. Karier saya sebelumnya sangat senyap, private banget dulu," katanya lagi.

Bos PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita.Bos PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita (detikcom/Muhammad Robbani)





Sejauh ini keinginan melanjutkan kompetisi Shopee Liga 1 sudah batal dua kali. Rencana menggulirkan kompetisi lagi pada Oktober dan November tak bisa berjalan sesuai rencana.

Masalah semakin menumpuk karena PSSI ingin kompetisi musim 2020 tetap dilanjutkan. PT LIB selaku operator kompetisi cuma bisa menerima keputusan itu karena memang keputusan nasib kompetisi memang wewenang PSSI.

Masalah itu tak membuat Akhmad Hadian menyerah. Penggemar klub baseball New York Yankees itu optimis akan bisa memberikan sumbangsih positif buat sepakbola Indonesia.

"Saya akan mengibarkan bendera putih kalau sudah tidak ada harapan bahwa kompetisi dipastikan tak bisa bergulir. Tapi sekarang masih ada harapan dengan rencana menjalankan kompetisi lagi dilanjutkan Februari (2021)," tutur pria berusia 55 tahun itu.

"Sejauh ini sudah merasakan nggak bisa tidur. Saya benar-benar belajar dari nol. Ini kesempatan emas, ini nggak ada pelajarannya di luar. Cuma Dirut LIB aja," tuturnya.

"Saya pusing, istri saya bilang katanya bicara saya mulai nggak nyambung. Karena sibuk jawab pertanyaan wartawan juga. Tetapi keluarga penghibur saya nomor 1. Kalau keluarga saya komplain buat apa saya lanjut di sini (PT LIB)," katanya lagi.



Simak Video "Intip Latihan Perdana PSM Jelang Shopee Liga 1 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com