Liga Indonesia
PSMS Medan Pecundangi PSIM 5-2
Rabu, 25 Jan 2006 00:01 WIB
Medan - PSMS Medan kembali memetik angka penuh. Di pertandingan kandangnya di Stadion Teladan Medan, Selasa (24/1/2006), PSMS menekuk PSIM Jogja 5-2. Kemenangan ini disambut sekitar 20 ribu pendukung yang memenuhi stadion. Pada menit-menit awal, kedua kesebelasan bermain imbang dengan pola menyerang. Namun PSMS lebih dahulu unggul di menit ke 14 melalui Alcidio Fleitas yang berkostum 17. Eksekusi penalti yang dilakukan tidak berhasil dihadang penjaga gawang Onny Kurniawan. Penalti ini diberikan menyusul handsball yang dilakukan pemain belakang PSIM. Gol balasan diciptakan PSIM enam menit kemudian melalui penyerang bernomor punggung 99, M Adolfo Sousa, yang memanfaatkan kelemahan pemain belakang PSMS. Sousa berhasil menyarangkan bola ke sudut kanan gawang PSMS yang dijaga Markus H Rihihina. Namun menjelang akhir babak pertama, PSMS menambah satu gol lagi melalui Saktiawan Sinaga yang memanfaatkan bola liar dari kemelut di depan gawang PSIM. Memasuki babak kedua, PSIM mengubah strategi. Bermain dengan tempo lebih cepat, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke 53 kembali lewat Sousa. Namun menit 65 Fleitas membuat PSMS kembali memimpin. Dua gol yang diciptakannya pada pertandingan ini, menempatkan pemain asal Paraguay itu sebagai pencetak gol terbanyak bersama Cristian Armendaris dari Persibom Bolaang Mongondow dengan koleksi empat gol. Tak berhenti pada skor 3-2, PSMS masih menambah dua gol. Alenjandro Tobar menambah skor 4-2 pada menit 71, sekitar satu menit setelah PSIM mengganti penjaga gawang Onny Kurniawan dengan Prasetyo Sugianto. Sementara gol penutup diciptakan pada menit ke 84 melalui I Nyoman Adnyana, yang masuk menggantikan Saktiawan Sinaga yang mengalami cedera. Permainan yang keras memang mengakibatkan sejumlah pemain cedera. Fleitas juga sempat digotong keluar lapangan, namun dapat bermain kembali. Wasit Jajat Sudrajat mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua untuk pemain PSIM diterima Sumarjono dan Nurcholish Majid. Sementara untuk PSMS diterima Agus Cima. Bagi PSIM kekalahan ini menggenapi nasibnya yang kurang beruntung dalam tandang di Sumatera Utara. Pada pertandingan 21 Januari lalu melawan PSDS Deli Serdang, hanya bermain imbang 1-1.Mengenai kekalahan dari PSMS, pelatih PSIM Edy Paryono menyatakan, keberpihakan wasit sangat kentara. Misalnya pinalti yang menyebabkan gol pertama. Wasit menilai ada pemainnya yang handsball, padahal tidak. Selain itu sejumlah gol yang diciptakan PSMS juga karena kepemimpinan wasit yang buruk. "Kalau permainan seimbang. Tetapi gol-gol yang tercipta karena keberpihakan, itu sangat menjatuhkan mental pemain," kata Edy yang mengangguk ketika ditanyakan apakah akan mengajukan protes ke PSSI. Sementara di kubu PSMS, kemenangan dari PSIM ini melengkapi kemenangan dari keseluruhan dari tiga partai kandang. Sebelumnya saat melawan PSDS Deli Serdang unggul 3-1, sementara saat melawan Persib Bandung menang 2-1. Selanjutnya PSMS akan tandang melawan Persekab Pasuruan. (lom/)











































