sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 20 Nov 2020 21:35 WIB

SSB ASIOP Akan Bangun Kompleks Latihan Bertaraf Internasional

Muhammad Robbani - detikSport
ASIOP Apacinti ASIP Apacinti berencana membangun fasilitas olahraga bertaraf internasional. (Foto: dok.Istimewa)
Jakarta -

Sekolah Sepakbola (SSB) ASIOP Apacinti berencana membangun kompleks latihan bertaraf internasional di Sentul. Pemain akan dibina agar bisa dikirim ke Spanyol.

SSB ASIOP dikelola oleh PT Batavia Sports Group (BSG) yang belum lama ini mengakuisisi klub Spanyol C.D Polillas Ceuta. Rencana pembangunan kompleks latihan ditandai dengan peresmian kerja sama antara PT BSG dengan PT Adhi Commuter Properti (PT ACP) untuk pembangunan kompleks latihan.

PT ACP merupakan salah satu anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya yang bergerak di bidang properti. Selain dengan PT ACP, kerja sama ini juga melibatkan pihak pengembang kawasan LRT City Sentul.

Perjanjian kerja sama dilakukan di Royal Sentul Park, Bogor, Rabu (19/11/2020). Di Royal Sentul Park ini lah akan dibangun Komplek Latihan di lahan seluas 3 hektare.

Selaku pengelola, PT BSG akan mendidik para siswa ASIOP Apacinti di Kompleks latihan itu nantinya. Ditargetkan akan ada ratusan siswa yang akan menikmati fasilitas di sana. Pemain-pemain yang menonjol berkesempatan dikirim ke C.D Polillas Ceuta.

"Ini untuk pembinaan sepakbola Indonesia yang kami lakukan. Semoga, pembangunan ini bermanfaat untuk kemajuan sepakbola Indonesia," kata Direktur Utama PT BSG Ade Prima Syarif dalam rilis BSG.

"Kami berjanji akan memaksimalkan lahan yang tersedia ini untuk mencetak pemain-pemain terbaik yang siap secara mental, fisik, taktik, dan teknik untuk meneruskan tradisi ASIOP mencetak pemain nasional dan tentunya siap menuju Spanyol," ujarnya menambahkan.

Saham mayoritas C.D Polillas Ceuta diakuisisi oleh PT BSG pada Juli lalu. Dengan pengambilalihan ini pemain-pemain Indonesia punya kesempatan untuk dikirim jika memang punya kualitas yang layak.

Klub yang berlokasi di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko itu punya tim junior yang lumayan baik. Mereka berkompetisi di Liga U-19 Division de Honor Juvenil atau kasta tertinggi kompetisi sepakbola tertinggi di Spanyol.

Sejauh ini PT BSG belum punya kandidat pemain Indonesia yang akan dikirim ke sana. Mereka berharap para pemain akan ditempa lebih dulu di Sentul sebelum diorbitkan ke sana.

Adapun rencana pembangunan awal fasilitas latihan atau groundbreaking akan dimulai pada Februari 2021. Belum dipastikan kapan proyek ini akan rampung karena sulit memasang target akibat wabah virus corona.

Akan dibangun dua lapangan yang menggunakan rumput sintetis dan satu lapangan terbuka sesuai standar dari FIFA. Lapangan ini juga akan dilengkapi dengan tribune penonton.

"Kami ingin anak-anak berbakat dan berprestasi di Indonesia bisa berlatih lebih baik dan berkompetisi di level yang lebih tinggi. Spanyol memiliki regulasi yang memungkinkan pemain muda dari Indonesia bermain di klub yang mengikuti Liga U-19 Division de Honor Juvenil maupun tim seniornya di La Liga dan Segunda," tutur Ade Prima Syarif.

"Tapi, untuk bersaing di sana, tentu kami harus mempersiapkan pemain-pemain itu dengan baik. Karena itu Training Ground ASIOP C.D Polillas di Sentul ini akan menjadi tempat untuk mempersiapkan para pemain terbaik sebelum berkompetisi di Eropa, khususnya Spanyol," ucapnya mengakhiri.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menyambut niatan PT BSG. Ia berharap program PSSI untuk mengembangkan pemain muda bisa terbantu dengan niatan pembangunan kompleks latihan ini.

"Kalau stadion Indonesia sudah punya banyak, tapi lapangan latihan yang masih kurang. Apa yang dilakukan ASIOP ini harus diapresiasi. Tanpa lapangan, tidak mungkin akan lahir pemain-pemain top," kata Indra Sjafri.

(cas/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com