APPI Desak PSSI Segera Putuskan Nasib Shopee Liga 1 dan Liga 2

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 06 Jan 2021 14:25 WIB
Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di Shopee Liga 1 2020 menyajikan duel yang seru. Perang bintang itu tanpa pemenang.
APPI Desak PSSI Segera Putuskan Nasib Shopee Liga 1 dan Liga 2 (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendesak PSSI untuk segera memutuskan nasib kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 yang sampai saat ini menggantung.

Sudah terlalu lama kompetisi sepakbola Indonesia vakum sejak dihentikan pada pertengahan Maret 2020. Rencana melanjutkan kompetisi belum juga menemui kejelasan sampai saat ini.

APPI khawatir situasi ini bisa menimbulkan masalah, terutama soal kontrak pemain. Apalagi banyak pemain yang kontraknya habis pada akhir tahun lalu.

Pemain pun dalam kondisi dilematis karena beberapa masih bertahan di klub di mana kontraknya sudah habis. Di sisi lain, pemain mau pindah pun belum ada kepastian kelanjutan kompetisi.

"Kami telah mengirimkan Surat kepada PSSI untuk mereka segera memutuskan status keberlanjutan kompetisi apakah tetap lanjut untuk musim 2020 atau dihentikan dan dimulai musim kompetisi yang baru," kata Presiden APPI dalam rilis resmi.

"Beberapa poin yang kami sampaikan ialah mengenai laporan beberapa pemain yang telah diputus kontrak dan dibubarkan timnya. Kemudian juga konfirmasi tentang isu regulasi yang mengatakan pemain tidak dapat pindah ke klub lain dalam lanjutan liga nanti, yang jelas hal ini melanggar aturan dalam RTSP (Regulations on the Status and Transfer of Players) FIFA," ujar General Manager APPI Ponaryo Astaman menimpali.

Jika pun kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 masih mau akan dilanjutkan kepastian harus segera diumumkan. Hal itu terkait persiapan klub terhadap penyusunan pola latihan yang akan diterapkan masing-masing pelatih.

Idealnya persiapan minimal klub untuk menghadapi kompetisi adalah satu bulan. Di satu sisi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mau kompetisi lanjut awal Februari.

Jika itu terlaksana, semua klub cuma punya waktu kurang dari satu bulan untuk bersiap diri. Adapun PSSI sudah mengumumkan akan menentukan nasib kompetisi lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) pada pertengahan Januari.

"Masa persiapan yang ideal bagi pesepakbola profesional adalah 4 (empat) hingga 6 (enam) minggu sebelumnya. Kurang dari itu akan sangat beresiko bagi pesepakbola," ucap Wakil Presiden APPI Andritany Ardhiyasa.

(aff/krs)