sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 07 Jan 2021 13:08 WIB

Respons Menpora soal Persipura Jayapura yang Umumkan Bubar

Mercy Raya - detikSport
Menpora Zainudin Amali Respons Menpora Soal Persipura Jayapura yang Putuskan Bubar (dok. Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali memberikan responsnya terkait klub yang memutuskan membubarkan tim karena kesulitan finansial, seperti Persipura Jayapura. Apa katanya?

Baru-baru ini Persipura Jayapura memutuskan membubarkan timnya karena kesulitan finansial. Sponsor utama mereka Bank Papua menarik diri lantaran ketidakjelasan kompetisi Liga 1.

Langkah Persipura sebelumnya juga dilakukan oleh Madura United. Mereka bahkan lebih dulu mengambil kebijakan tersebut pada akhir tahun lalu. Lagi-lagi karena tidak jelasnya kompetisi sepakbola Shopee Liga 1 di Indonesia.

Keputusan itu bukan tidak mungkin akan merembet ke klub lainnya jika tidak ada solusi dari pihak-pihak terkait. Nah, Kemenpora sebagai induk cabang olahraga, termasuk PSSI, diharapkan bisa memberikan masukan terbaik. Apalagi kelanjutan liga tergantung dari rekomendasi pemerintah dan izin Kepolisian.

Lantas seperti apa Menpora memandang kondisi tersebut?

"Memang karena ini masuk di area profesional maka pemerintah tidak masuk. Itu juga paling tinggi urusan dengan federasi cabor, dalam hal ini PSSI. Jadi ya kita menunggu saja," kata Amali kepada detikSport, Kamis (7/1/2021).

"Selain itu, situasi sekarang ini juga susah. Kami memaklumi apa yang yang dilakukan klub. Karena kalau diteruskan (timnya) ada konsekuensi pembiayaan, seperti mengeluarkan gaji untuk pelatih, pemain, itu kan. Jadi kami maklumi," dia menjelaskan.

Lagipula sponsor juga kalau tidak ada kegiatan atau turnamen juga tidak bisa membantu. Ditambah kasus COVID-19 yang semakin meningkat, bahkan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali sehingga kian menyulitkan.

"Jadi dasarnya apa, dia mensponsori apa kan tidak ada," ujarnya.

Menteri asal Gorontalo itu lantas hanya bisa mengimbau agar setiap keputusan yang diambil klub agar dikomunikasikan dengan pihak terkait.

"Artinya susah juga untuk bilang jangan bubarkan. Terus darimana nanti untuk menggajinya? itu contoh hal paling susah. Saya hanya bisa mengimbau bahwa apapun keputusannya dikomunikasinya dengan pihak terkait, sehingga keputusan itu bisa diterima semua pihak dan saya yakin klub-klub ini sudah membicarakan dengan pemain, pelatih, ofisial, dan lain-lain," ujarnya.

"Jadi imbauan saya ya dikomunikasikan sebelum ambil keputusan," Amali menegaskan.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com