Asisten Shin Tae-yong Gelisah soal Dua Hal Ini

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 01 Feb 2021 11:12 WIB
Pesepak bola Timnas U-19 berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Sebanyak 38 pemain Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta pada 16 hingga 23 November 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-22, Lee Jae-hong, khawatir soal dua hal ini. (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)
Jakarta -

Pelatih fisik Timnas Indonesia Lee Jae-hong gelisah. Rencana Pemusatan Latihan (TC) Pasukan Garuda terancam batal. Kompetisi sepakbola pun masih menggantung.

Rencananya Timnas U-22 menggelar TC di Jakarta mulai 8 Februari mendatang sebagai persiapan SEA Games 2021. Namun, perpanjangan PPKM membuat PSSI pikir-pikir terkait rencana TC.

"Kami berada di Indonesia sejak datang pada Januari 2020. Pelatih kepala kami, Shin Tae-yong, adalah pelatih berlevel tinggi di Korea Selatan dan Asia. Prestasinya bagus. Kalian dapat mengeceknya melalui internet terutama Google," tulis Lee Jae-hong di akun media sosialnya.

"Kami di sini untuk mengembangkan sepakbola Indonesia. Mereka (PSSI) memberitahu dan menginginkan kami melakukan itu. Kami ingin menggelar pemusatan latihan untuk mengembangkan tim. Menurut saya, pemain siap untuk menjalani intensitas latihan yang tinggi," begitu lanjutan curahan hati asisten Shin Tae-yong itu.

"Tapi, sangat sulit untuk menggelar pemusatan latihan. Dan kami juga tidak tahu kapan kompetisi dan pemusatan latihan dimulai. Tidak ada keputusan untuk jadwalnya dan tidak ada komunikasi," tulis Lee Jae-hong lagi.

Kondisi terasa makin lengkap dengan absennya kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2. Sudah hampir satu tahun Indonesia tak menggelar kompetisi sejak vakum pada pertengahan Maret 2020.

PSSI pada akhirnya menghentikan kompetisi musim 2020. Sebagai gantinya, kompetisi akan langsung dilanjutkan dengan musim baru.

Tapi, hingga kini belum ada kepastian kapan kompetisi akan digelar. PSSI baru mengindikasikan bahwa kompetisi baru akan digelar pertengahan tahun ini.

Hal-hal inilah yang membuat Lee Jae-hong gelisah. Ada banyak halangan yang harus dilalui ia bersama tim pelatih lainnya untuk memajukan sepakbola Indonesia.

"Bagaimanapun, kami ingin memajukan sepak bola Indonesia. Indonesia harus mencari cara. Fokus terhadap pengembangan sepak bola. Kami juga menyukai sepak bola," jelas Lee Jae-hong.

"Sistem adalah yang terpenting. Kami ingin bekerja! Karena kami melihat ada visi besar dalam sepakbola Indonesia. Kami mau bekerja, ada visi besar yang kami lihat dari sepakbola Indonesia," tulisnya mengakhiri.

(cas/rin)