AFC Putuskan Nasib Lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 Setelah 15 Februari

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 09 Feb 2021 15:50 WIB
The tournaments official logo for the 2022 Qatar World Cup is seen on the wall of an amphitheater, in Doha, Qatar, September 3, 2019. REUTERS/Naseem Zeitoun
AFC Putuskan Nasib Lanjutan Pra-Piala Dunia 2022 Setelah 15 Februari (Naseem Zeitoun/Reuters)
Jakarta -

AFC akan menentukan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah 15 Februari 2021. Sementara, peserta diberi kebebasan untuk menentukan tanggalnya sendiri.

Dalam jadwal saat ini, lanjutan Pra-Piala Dunia Zona Asia digelar pada Maret dan Juni. Tapi beberapa peserta, termasuk Indonesia, sudah menyetujui usulan Malaysia untuk memainkan laga sisa di Bulan Juni.

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) memang memberikan kebebasan kepada peserta untuk memilih jadwal pertandingan pada Maret atau Juni. AFC akan mengambil alih penentuan jadwal jika setelah 15 Februari tak ada keputusan pasti dari total 40 peserta yang terlibat di kualifikasi Zona Asia.

"Kami hanya akan turun tangan setelah 15 Februari setelah peserta memberikan keputusan. Tapi sebelum itu kami memberikan kesempatan dan batas waktu sehingga peserta bisa menggelar diskusi internal," kata Sekjen AFC Datuk Windsor Paul John, dikutip dari Bernama.

"Yang jelas, Juni adalah deadline yang diberikan FIFA untuk menyelesaikan putaran kedua (Pra-Piala Dunia). Lalu September adalah deadline untuk putaran ketiga. Sementara babak kualifikasinya harus sudah selesai pada April 2022," ujarnya menambahkan.

Penghuni Grup G yang termasuk Indonesia di dalamnya, sudah menyetujui untuk memainkan laga pada Juni. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Sekjen PSSI Yunus Nusi.

"Betul kami memang ada komunikasi dengan Sekjen FAM Malaysia (Stuart Ramalingam) yang memohon dukungan lanjutan Kualifikasi (Piala Dunia) dialihkan ke Bulan Juni 2021 karena pandemi COVID-19," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada detikSport akhir Januari lalu.

Pemindahan laga Grup G ke Juni kabarnya tinggal menunggu persetujuan Vietnam saja. Adapun yang sudah setuju adalah Malaysia (inisiator), Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia.

Jika pindah ke Juni, hampir dipastikan pertandingan akan berlangsung dengan format bubble alias sentralisasi. Sementara UEA dan Thailand disebut-sebut menjadi calon tuan rumahnya.

"Sekarang belum waktunya untuk menunjuk tuan rumah laga sentralisasi. Sekarang ini penentuan apakah kami bisa main atau tidak. Jika semua peserta fokus menjadi tuan rumah, langkah selanjutnya akan menjadi sulit," tutur Windsor Paul John.

(aff/cas)