PSSI Mengaku Salah
Sabtu, 25 Feb 2006 00:56 WIB
Jakarta - Pencoretan Arema Malang dan Persipura Jayapura dari Liga Champions Asia adalah kesalahan PSSI. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengakui hal tersebut.Hari Jumat (24/2/2006) kemarin, AFC mencoret dua jawara Indonesia untuk berlaga di Liga Champions Asia. Arema (juara Piala Liga) dan Persipura (juara Liga Indonesia) terlambat memenuhi persaratan administrasi berupa kelengkapan formulir pendaftaran pemain yang tenggat waktunya jatuh 12 Februari lalu.Pihak Arema dan Persipura sendiri menegaskan kalau mereka sudah menyerahkan persyaratan tersebut pada liaison officer (LO) AFC untuk Indonesia, yang juga Asisten Manager Urusan Pemain Badan Liga Indonesia (BLI), Barry Sihotang. Arema menyerahkannya pada 9 Februari sementara Persipura pada 7 Februari 2006.Lalu dimana formulir pendaftaran itu sempat "parkir"? Itu yang masih menjadi misteri. Kalau klub sudah menyerahkannya pada LO AFC di Indonesia beberapa hari sebelumnya, kenapa AFC baru menerimanya tanggal 14 Februari-- terlambat dua hari dari batas waktu yang ditetapkan.PSSI sebagai otoritas sepakbola negri ini tentunya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Dalam keterangannya pada wartawan Nugraha Besoes mengakui kalau organisasinya lah yang patut disalahkan atas pencoretan tersebut."Ini kesalahan PSSI sebagai organisasi, ini kesalahan PSSI sebagai sebuah lembaga. Saya memang masih harus lebih cermat lagi dalam menangani berbagai hal," ungkap Nugraha, Kamis (25/2/2006).Disebutkan Nugraha, permohonan banding juga tak mungkin dilakukan lagi. Pasalnya keputusan diambil dalam sidang komite eksekutif dan keputusan final sudah dibuat."Keputusan itu adalah keputusan akhir yang sudah coba diperdebatkan di sidang komite eksekutif AFC. Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura sebenarnya sudah memberi dukungan pada Indonesia, tapi tetap tak berhasil juga. Keputusan itu tetap tak bisa dirubah" tambah Nugraha.Sangat disayangkan sekali hal "kecil" berupa penyerahan formulir saja harus mengorbankan kesempatan klub untuk berlaga di level yang lebih tinggi. Arema dan Persipura sendiri mengaku tak puas dengan "pengakuan" PSSI.Melalui manajernya, Satria Budi Wibawa, pihak Arema menuntut pertanggungjawaban dari orang-orang yang mengakibatkan terjadinya kasus tersebut. Tuntutan hukum pun disiapkan untuk diajukan ke otoritas AFC dan FIFA.Foto: Nugraha Besoes (Detiksport/Doni Wahyudi). (din/)











































