The Jakmania dan Persija Kutuk Aksi Rasial ke Patrich Wanggai

Mohammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 23 Mar 2021 18:45 WIB
Logo Klub Liga 1
Persija dan Jakmania mengutuk tindakan rasial ke Patrich Wanggai. (Foto: Infografis Detiksport)
Jakarta -

The Jakmania dan Persija Jakarta menyayangkan kejadian rasialis yang ditujukan ke Patrich Wanggai. Penyerang PSM Makassar itu menjadi korban di media sosial.

Wanggai menjadi korban kata-kata rasialis seusai timnya menang 2-0 atas Persija Jakarta, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/3/2021). Dalam laga itu, Wanggai mencetak satu dari dua gol yang dicetak PSM.

Seusai laga, banyak kata-kata tak menyenangkan yang dialamatkan ke Wanggai. Kebanyakan menulis komentar hinaan di postingan media sosial sang pemain.

Atas kejadian itu, Pengurus Pusat The Jakmania menyatakan sikap kecewanya. Ketimbang menghina pemain lawan, lebih baik energi dicurahkan untuk mendukung Persija.

"Apapun alasannya, rasisme itu tidak dapat dibenarkan. Dan pihak yang melakukan itu sungguh-sungguh memalukan. Energi yang besar sebagai pendukung klub harusnya dialirkan kepada cara agar klub bisa bermain lebih baik lagi dan membawa kemenangan," kata Ketua The Jakmania Diky Budi Ramadhan kepada wartawan.

"Gue rasa itu bisa siapa saja. Pesannya, jangan sampai kita mengalihkan kekecewaan terhadap tim kita kepada yang lainnya. Jadikan kekecewaan itu sebagai energi yang besar untuk mendorong agar terjadinya perubahan dan evaluasi," ujarnya menambahkan.

Persija juga tak tinggal diam. Mereka dengan tegas mengecam hal tak terpuji yang dialamatkan ke Wanggai.

"Apapun alasannya, segala bentuk rasisme dan diskriminasi tidak punya tempat dalam sepakbola," tulis Persija.

[Gambas:Instagram]

Marc Klok sebagai pemain Persija juga mendukung Wanggai. Ia tak menyebut perlakuan ke Wanggai sebagai hal menjijikan.

"Sangat menjijikan dengan apa yang dialami Patrich Wanggai di sosial media. Saya anti rasisme. Tak peduli apakah kamu pemain PSM atau Persija. Siapapun yang melakukannya, tak layak menjadi bagian dari permainan ini (keluarga sepakbola). Sesuatu harus diubah dan itu harus diubah sekarang," tulis Marc Klok.



Simak Video "Gairah Pencinta Sepak Bola saat Piala Menpora Digelar di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)