ADVERTISEMENT

Protokol Kesehatan si Anak Gawang di Piala Menpora 2021

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Selasa, 30 Mar 2021 19:35 WIB
Piala Menpora 2021, anak gawang Irfan Yanuar menjelaskan protokol kesehatan dalam tugasnya.
Piala Menpora 2021, tugas anak gawang ditambah dengan menjalankan protokol kesehatan. (Foto: detikcom/Jauh Hari Wawan S)
Sleman -

Anak gawang mempunyai tugas yang lebih kompleks di masa pandemi COVID-19 pada laga sepakbola. Seperti ini gambaran protokol kesehatan yang harus mereka jalankan di Piala Menpora 2021.

Sepakbola Indonesia telah kembali. Piala Menpora 2021 menjadi pintu masuk menuju kompetisi resmi. Tentu, awal yang baik ini disambut meriah rakyat Indonesia yang haus dengan hadirnya pertandingan sepak bola. Piala Menpora seakan menjadi pesta rakyat untuk melepas dahaga setelah setahun lamanya puasa karena pandemi COVID-19.

Tantangan sepakbola di masa pandemi ini sangat berat. Seluruh elemen pertandingan dituntut bisa menerapkan protokol kesehatan. Pemain, pelatih, perangkat pertandingan, dan pihak keamanan.

Peran ini juga diemban oleh anak gawang atau ball boy. Sering terlupakan, nyatanya kini mereka mempunyai tugas penting saat pertandingan berlangsung.

Bukan hanya mengambil bola yang keluar dari lapangan dan menyerahkannya ke pemain, kini mereka punya tugas tambahan.

Ya, kini mereka punya tugas tambahan untuk menyemprotkan cairan desinfektan untuk memastikan bola yang digunakan pemain tetap 'bersih'.

"Prokesnya di dalam lapangan (pertandingan, red) ketika ada bola keluar itu sama ball boy langsung disemprot disinfektan selanjutnya dilap pakai kanebo agar Ketika nanti bola di-heading pemain cairan disinfektannya tidak mengganggu ," kata Irfan Yanuar, salah seorang ball boy di Stadion Maguwoharjo saat berbincang dengan detikSport, Senin (29/3/2021), menjelang menjalankan tugas di Piala Menpora 2021.

Pemuda 24 tahun, yang merupakan wasit di Askab PSSI Kabupaten Sleman, itu menuturkan selama pertandingan ball boy dibekali beberapa peralatan tambahan. Selain kanebo dan cairan disinfektan. Masker dan sarung tangan menjadi item wajib saat ini serta ditambah hand sanitizer.

"Pakai sarung tangan latex, kami pakai masker, dan ada hand sanitizer sendiri. Jadi setelah pegang bola kami pakai hand sanitizer baru pegang bola. Nanti pas jeda seperti kursi yang kita pakai itu juga disemprot," ungkap pemuda asal Sleman itu.

Dengan tugas tambahan ini, menjadi ball boy tidaklah sederhana. Apalagi jika tim yang bertanding menampilkan tempo permainan yang cepat. Distribusi bola juga harus cepat dialirkan dari ball boy ke pemain,

"Pasti ribet, karena biasanya hanya di lap bersih jadi bola keluar langsung kita lempar, kalau ini harus disemprot disinfektan, dilap baru dikasihkan pemain. Kalau tim yang bertanding dengan tempo cepat kita juga harus bisa segera menyelesaikan tugas kalau telat kita bisa kena marah pemain. Itu sih dukanya," ujarnya sambil terkekeh.

Namun, selama 4 kali pertandingan di Piala Menpora 2021 Grup D seluruh tugas yang diamanatkan kepadanya bisa dijalankan dengan baik.

"Tapi selama ini lancar di Piala Menpora ini. Sebelumnya kami sudah mendapat sosialisasi juga. Walaupun ada rasa khawatir jadi ball boy dalam pertandingan di masa Corona, tapi seiring berjalannya waktu sekarang sudah aman," ucapnya.

Kini, bersama 9 orang ball boy yang lain, ia bertekad untuk bisa menyukseskan hajatan Piala Menpora 2021.

"Kami ball boy ada 10 orang dan 6 jadi ball boy tetap. 4 buat cadangan kalau ada yang hasil swabnya positif. Biasanya ball boy itu 8 orang tapi saat Corona ini jadi 6 orang, walaupun berat kami tetap senang sepakbola kembali lagi" pungkasnya.

(cas/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT